Share

Kubu OSO dan Daryatmo Belum Ada Titik Temu soal Upaya Islah

Bayu Septianto, Okezone · Jum'at 26 Januari 2018 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 26 337 1850797 kubu-oso-dan-daryatmo-belum-ada-titik-temu-soal-upaya-islah-2h39Q6CBqW.jpg DPP Hanura kubu Daryatmo konferensi pers soal hasil rekonsiliasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (26/1/2018).(Foto: Bayu Septianto/Okezone)

JAKARTA – Upaya rekonsiliasi atau islah antara dua kubu kepengurusan Partai Hanura tampaknya belum menemui titik temu. Hal tersebut diakui Partai Hanura kubu Daryatmo atau 'Ambhara' yang masih belum menemui kesepakatan untuk islah dengan kubu Ketum Oesman Sapta Odang (OSO) atau kubu‘Manhattan’.

"Menindaklanjuti hasil rapat terbatas. Perundingan telah dilakukan tadi malam. Memang belum ada titik temu," ujar Ketua DPD Banten Hanura dari kubu Daryatmo, Eli Mulyadi di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (26/1/2018).

Hal itu juga diakui Wasekjen kubu Daryatmo, Dadang Rusdiana. Ia menjelaskan kedua kubu kepengurusan ini belum menemui kesepakatan soal komposisi kepengurusan.

Dadang menjelaskan, pihaknya menginginkan kepengurusan partai kembali berdasarkan SK hasil Munaslub 2016 dengan Ketum Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sekjen Sarifuddin Sudding. Sementara kubu lainnya ingin menggunakan SK terbaru dari Kementerian Hukum dan HAM dengan Sekjen Harry L Siregar dan Ketum OSO.

"Itu setara, equal, tapi kubu ‘Manhattan’ tetap menginginkan dari SK Menkumham terakhir, Pak OSO dan Harry Lontung. Itu nggak adil," jelas Dadang.

Ia menambahkan, kubu Manhattan juga tak ingin agar tak melakukan pemecatan terhadap pengurus daerah mulai dari DPD dan DPC yang mengikuti Munaslub di Bambu Apus pada awal Januari 2018.

"Tapi, kami tak berputus asa demi kebesaran partai tentu kita harus melakukan upaya-upaya karena kita hormati Ketua Dewan Pembina Wiranto kita ikhtiar agar ada titik temu antar kedua belah pihak," ucapnya.

(Baca Juga: Menkumham Tunggu Hasil Rekonsiliasi Hanura)

Dadang menganggap belum ada keseriusan dari kubu OSO untuk melakukan islah. Dadang menyebut meski kubunya sempat mengeluarkan mosi tidak percaya, kubunya akan berupaya menaruh kepercayaan kepada OSO untuk kembali memimpin Hanura. Namun, harus bersama Sudding.

"Kalau kita ikhtiar sungguh-sungguh bisa bersatu padu kembali. Sehingga kita walaupun Pak OSO sudah dipecat diberikan mosi tidak percaya, tapi kita mengakui dalam konteks islah ini ketumnya nggak apa-apa Pak OSO. Walau ada penolakan besar tapi kita tentu Sudding dong Sekjennya. Adil kan," tukasnya.

(Baca Juga: Wiranto Cairkan Ketegangan Dua Kubu di Hanura)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini