Melawan Isu SARA di Pilkada Serentak 2018

Salman Mardira, Okezone · Selasa 23 Januari 2018 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 23 337 1848818 melawan-isu-sara-di-pilkada-serentak-2018-mxoS3aKkHC.jpg Ilustrasi.

“Hal ini tentu bisa menyebabkan polarisasi dan konflik sosial di masyarakat," tuturnya.

"Tidak boleh toleran terhadap ujaran-ujaran yang membunuh demokrasi," lanjut mantan aktivis 98 yang pernah dipenjara karena menentang pemerintah Orde Baru tersebut.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo juga meminta Bawaslu tegas terhadap piha-pihak yang bermain isu SARA di pilkada.

“Kami minta ada sanksi dari Bawaslu, sanksi tegas sesuai UU yang ada,” kata Tjahjo.

Para kandidat dan politisi diminta bisa menunjukkan sikap dewasa dalam berpolitik. “Yang diinginkaan ya kampanye yang santun, yang satu program adu konsep tidak ada politik uang,” ujarnya.

Menurut anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily, untuk mengantisipasi isu SARA di pilkada, KPU harus bersinergi dengan Bawaslu dan kepolisian.

“Persoalan isu SARA harus diantisapasi sedemikan rupa oleh terutama Bawaslu, KPU, kemudian didukung oleh polisian," sebut Ace.

"Salah satu media yang dipergunakan untuk menyebarkan isu SARA itu melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, kemudian disebar melalui WhastApp. Ini harus ada satuan khusus yang mendeteksi itu semua.”

Selain itu, tiap kontestan juga harus berkomitmen menjaga mutu demokrasi dengan tidak menggunakan isu SARA dalam kampanye.

“Masing-masing kontestan pilkada harus ada komitmen bersama untuk tidak melakukan isu SARA, itu kuncinya,” kata Ace.

(Baca juga: Bawaslu Diminta Berani Cabut Hak Kampanye Paslon yang Mainkan Isu SARA di Pilkada)

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan kelompok masyarakat untuk mengantisipasi munculnya isu SARA dan politik identitas di Pilkada 2018.

“Kami juga melakukan kerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat misalnya kepada MUI dan juga kepada lembaga-lembaga lain untuk mendidik para kadernya untuk tidak menggunakan isu-isu seperti itu,” kata Fritz.

“Kami minta pada teman-teman lain di lembaga lain untuk melihat bahwa menjaga kebhinekaan Indonesia adalah tugas kita bersama dalam fungsi-fungsi tersebut. Karena kontestasi pemilu ini sangat akan kental sekali sehingga isu-isu tersebut harus dibatasin,” ujarnya.

Bawaslu juga sudah melakukan antisipasi melalui kerjasama dengan Bareskrim yang terkait dengan Cyber Crime Unit.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini