Pengurus Hanura Kubu Daryatmo Laporkan OSO ke Bareskrim

Achmad Fardiansyah , Okezone · Senin 22 Januari 2018 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 22 337 1848535 pengurus-hanura-kubu-daryatmo-laporkan-oso-ke-bareskrim-pYmJCEER0D.jpg Pengurus Hanura kubu Daryatmo, Sudewo (Foto: Achmad/Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kubu Daryatmo, Sudewa menyambangi Bareskrim Mabes Polri untuk Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) lantaran diduga menggelapkan dana partai.

"Kami akan melaporkan pak OSO yang saat itu masih menjadi Ketum DPP Hanura melakukan kekuasaaan sebagai ketum untuk kepentingan pribadi. Yaitu menarik uang dari pihak sana-sini, termasuk uang-uang dari calon-calon kepala daerah yang dimasukan ke dalam rekening pribadi yaitu OSO securities," katanya di Bareskrim, Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018).

 (Baca: Wiranto Rahasiakan 'Jurus' Selesaikan Konflik Partai Hanura)

Sudewa mengklaim bahwa Ketua DPD RI itu pernah mengatakan bahwa dirinya pernah menarik mahar dari kesatuan kebangsaan dan politik (kesbangpol), bakal calon pasangan di Pilkada, dan iuran kader Hanura. Setelah uang tersebut terkumpul OSO menyalurkan uang tersebut ke PT OSO Sekuritas Indonesia.

"Pertanyaannya apakah Hanura ada perjanjian kerjasama dengan OSO securities untuk pengelolaan keuangan, kan tidak ada. Ada pilihan bank-bank lain kenapa harus masuk ke rekening pribadi. Ini yang harus jadi pertanyaan besar. Dan dalam proses pemasukannya pun tidak masuk dalam mekanisme yang diatur dalam ad art Hanura. Tidak ada rapat DPP, itu hanya perintah dari OSO sebagai ketum," ungkap Sudewa.

Sementara itu, kuasa hukum Partai Hanura Kubu Daryatmo, Adiwarman menegaskan OSO dianggap telah melakukan pelanggara tindak pidana pengelapan jabatan atau akan dikenakan Pasal 372 dan 374 KUHP tentang penipuan dan pengelapan.

 (Baca juga: OSO Bakal Dilaporkan ke Bareskim oleh Hanura Kubu Daryatmo)

"Saya yakin dan percaya bisa dilakukan bahkan unsur-unsur pidana bila nanti terpenuhi mungkin bisa juga dilakukan penahanan.Saat ini dokumen yang ada kita persiapkan adalah bukti-bukti yang mana dari salah seorang wakil bendahara umum partai hanura itu menyetorkan ke OSO Sekuritas," tutur Adiwarman.

(ulu)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini