nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cabut Larangan Cantrang, Langkah Presiden Jokowi Tuai Pujian

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 20:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 17 337 1846531 cabut-larangan-cantrang-langkah-presiden-jokowi-tuai-pujian-VsFMeZWnvW.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut larangan cantrang dan payang kapal nelayan saat melaut. Hal itu diputuskan setelah ribuan nelayan berunjuk rasa di depan Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini.

Menanggapi hal itu, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Ubaidillah Amien Moch mengapresiasi keputusan Jokowi. Diketahui, per 1 Januari 2018 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melarang nelayan menggunakan alat tangkap cantrang.

Ubaidillah mengaku mendukung penuh langkah bijaksana dari pemerintahan Jokowi yang mendengar suara nelayan. Mengingat kebijakan pelarangan cantrang mengakibatkan kerugian yang besar bagi para nelayan.

Ia menyebut di daerah Tegal, Jawa Tengah ada sekitar 600 kapal cantrang tidak beroperasi, 12 ribu awak kapal kehilangan pekerjaan jika kebijakan Menteri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dijalankan.

"Ini merupakan keputusan yang tepat karena jika larangan cantrang diberlakukan, ada banyak orang yang merasakan dampak yang luar biasa. Ratusan ribu orang akan kehilangan akses ekonominya,” tegas Ubaidillah, Rabu (17/1/2018).

Ia pun meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk lebih aktif melakukan dialog dengan nelayan. Hal itu untuk memastikan bahwa kebijakan yang diterbitkan pemerintah bisa benar-benar menjawab tantangan keberlangsungan perikanan di Indonesia.

   Aksi Nelayan Indonesia Tuntut Pemerintah Legalkan Alat Tangkap Ikan Cantrang

(Baca juga: Jokowi Akhirnya Perbolehkan Nelayan Gunakan Cantrang)

(Baca juga: Jokowi Terima Perwakilan Nelayan Cantrang yang Demo Depan Istana)

Dialog itu untuk mengurai berbagai tantangan dan hambatan para nelayan, seperti bantuan kapal, alata tangkap perbankan bahkan penguatan koperasi untuk para nelayan di seluruh pelosok negeri. Terlebih, Presiden Jokowi menyatakan akan fokus meningkatkan ekpor produk perikanan Indonesia yang dalam beberapa waktu terakhir dinyatakan menurun.

“KKP harus lebih giat menyatu dengan nelayan dan pelaku industri perikanan, nelayannya ekonominya meningkat, pengusahanya bisa mendapatkan banyak ikan dari para nelayan, pemerintah memfasilitasi proses hulu hingga hilirnya,” tanda pria Alumni Al Azhar, Mesir itu.

(Baca juga: Keluh Kesah Nelayan Aceh, Pendapatan Ratusan Ribu Turun Jadi Rp20 Ribu/Hari)

Perlu diketahui, ribuan nelayan asal pantura yang menamakan Aliansi Nelayan Indonesia melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Ketua Umum Aliansi Nelayan Indonesia Riyono menyatakan, larangan cantrang akan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan nelayan.

Riyono menyatakan, jika kebijakan pelarangan cantrang diberlakukan ada 5.000-6.000 kapal akan mangkrak. Buntutnya ada ratusan ribu keluarga nelayan yang merasakan dampak langsung dari kebijakan Menteri Susi Pudjiatusti. Ribuan nelayan juga meminta pemerintah melakukan kajian yang komprehensif apakah penggunaan cantrang berdampak pada kerusakan lingkungan laut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini