Jokowi Akhirnya Perbolehkan Nelayan Gunakan Cantrang

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 17 Januari 2018 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 17 337 1846462 jokowi-akhirnya-perbolehkan-nelayan-gunakan-cantrang-n1CwOvVkgM.jpg Nelayan berdemo di depan Istana Merdeka, Jakarta, memprotes larangan cantrang (Dhemas/Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tetap memperbolehkan nelayan untuk menggunakan alat tangkap cantrang saat melaut. Hal itu diputuskan setelah ribuan nelayan berunjuk rasa di depan Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini.

Keputusan ini diambil usai Kepala Negara bertemu dengan perwakilan nelayan yang berdemo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Bupati Tegal Enthus Susmono dan Wali Kota Tegal Nur Sholeh di Istana Merdeka, Jakarta.

Bupati Enthus mengatakan, tetap diperbolehkannya cantrang diambil Kepala Negara agar nelayan bisa kembali melaut. Namun, penggunaan alat ini akan dilarang ketika para nelayan telah memiliki alat tangkap lain yang ramah lingkungan.

"Karena ini merupakan suatu solusi, maka Pak Presiden mengulur waktu dengan batas waktu yang ditentukan oleh masing-masing nelayan. Nanti satu persatu akan diurusi, oleh Bu Susi," kata Enthus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/1/2017),

 (Baca: Jokowi Terima Perwakilan Nelayan Cantrang yang Demo Depan Istana)

Enthus menjelaskan, bahwa nantinya ‎Menteri Susi akan mengumpulkan sejumlah direksi bank untuk membahas kredit para nelayan. Sebab, pemerintah akan membantu para nelayan sampai bisa memiliki alat tangkap yang ramah lingkungan.

Kendati masih memperbolehkan, lanjut dia, pemerintah melarang nelayan menambah cantrang dan kapal. Pemerintah akan menindak tegas nelayan yang membandel. "Kalau tambah nanti malah ditenggelamkan," ucap dia.

 (Baca juga: Ribuan Nelayan Demo Istana Minta Pemerintah Cabut Larangan Cantrang)

Juru bicara Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) Hadi Santoso membenarkan pemerintah masih memperbolehkan penggunaan cantrang hingga batas waktu yang tak ditentukan. Hanya saja, lanjut dia, para nelayan sudah tak lagi diperbolehkan menambah kapal dan alat cantrang.

"Yang kedua, bagi yg mau beralih ke alat tangkap akan dibantu pendanaan," ucapnya.


(ulu)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini