nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Terima Perwakilan Nelayan Cantrang yang Demo Depan Istana

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 14:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 17 337 1846286 jokowi-terima-perwakilan-nelayan-cantrang-yang-demo-depan-istana-tav29plmUV.jpg Nelayan demo di depan Istana Merdeka (Iqbal/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima perwakilan massa nelayan cantrang di Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat. Namun, belum diketahui apa saja yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Cantrang diterima Pak Presiden langsung, jam 14.00 WIB, nanti," Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Ribuan massa nelayan asal Pantura berdemonstrasi di depan Istana Negara. Saat demo berlangsung, Jokowi di dalam Istana sedang melantik empat pejabat jajaran Kabinet Kerja.

Mereka adalah Agum Gumelar sebagai Dewan Pertimbangan Presiden, Idrus Marham sebagai Mensos, Marsdya Yuyu Sutisna sebagai Kasau, dan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Dalam aksinya, massa nelayan menuntut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dicabut.

Mereka memandang pelarangan cantrang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak masuk akal. Larangan yang dibuat atas dasar pertimbanganan penjagaan biota laut itu dianggap merugikan para nelayan.

Ketua Umum Aliansi Nelayan Indonesia, Riyono mengatakan, larangan cantrang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan nelayan. "Dampak dari cantrang yang tidak diperbolehkan membuat 5.000-6.000 kapal (nelayan) bisa mangkrak," kata Riyono di sela demo.

 

Riyono mengatakan, alat tradisional yang diberikan pemerintah sebagai pengganti cantrang tidak produktif dan tak sesuai dengan kebutuhan nelayan.

"Alat tangkap yang sekarang tidak produktif. Tidak seperti cantrang. Kemudian juga jumlah yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan," tandasnya.

Jokowi sebelumnya telah bertemu para nelayan yang menggunakan alat tangkap cantrang di Tegal, Jawa Tengah. Dalam pertemuan itu, Presiden mengaku telah memiliki kesepahaman dengan para nelayan soal cantrang ini..

Bahkan, ia bersama para nelayan akan finalisasi dari solusi yang akan diberikan soal penggunaan cantrang itu. Sehingga, para nelayan bisa kembali melaut untuk mencari mata pencahariannya.

"Nanti kita bertemu hari Rabu, untuk mencari solusi dari problem yang berkaitan dengan cantrang," kata Jokowi di Tegal, Jawa Tengah, Senin, 15 Januari 2018.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini