nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Nelayan Demo Istana Minta Pemerintah Cabut Larangan Cantrang

Muhammad Iqbal, Jurnalis · Rabu 17 Januari 2018 12:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 17 337 1846201 ribuan-nelayan-demo-istana-minta-pemerintah-cabut-larangan-cantrang-iYNPfnITaM.jpg Nelayan demo di depan Istana Merdeka (Iqbal/Okezone)

JAKARTA – Ribuan nelayan asal Pantura berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, memprotes kebijakan larangan menangkap ikan dengan cantrang. Mereka meminta Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mencabut larangan tersebut karena merugikan nelayan tradisional.

Saat demontrasi berlangsung, Rabu (17/1/2018), di dalam Istana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang melantik empat pejabat jajaran Kabinet Kerja.

Mereka adalah Agum Gumelar sebagai Dewan Pertimbangan Presiden, Idrus Marham sebagai Mensos, Marsdya Yuyu Sutisna sebagai Kasau, dan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Pantauan Okezone, dalam aksinya, para nelayan yang datang khusus ke Jakarta tersebut rata-rata mengenakan ikat kepala, mengibaskan bendera aliansi buruh nelayan, mengusung spanduk dan poster berisi aspirasinya kepada pemerintah. Perwakilan massa silih berganti berorasi.

Massa juga membawa replika keranda sebagai bentuk protes atas matinya keadilan bagi mereka karena adanya larangan menggunakan cantrang, alat tangkap yang sering digunakan nelayan di Pantura untuk menangkap ikan.

 

Poster dibawa nelayan (Iqbal/Okezone)

Ketua Umum Aliansi Nelayan Indonesia, Riyono mengatakan, larangan cantrang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan nelayan. "Dampak dari cantrang yang tidak diperbolehkan membuat 5.000-6.000 kapal bisa mangkrak," kata Riyono.

Menurutnya massa ingin bertemu Menteri Kelautan Susi Pujiastuti untuk meminta agar larangan cantrang dicabut.

Priyono mengatakan, alat tradisional yang diberikan pemerintah sebagai pengganti cantrang tidak produktif dan tak sesuai dengan kebutuhan nelayan.

"Alat tangkap yang sekarang tidak produktif. Tidak seperti cantrang. Kemudian juga jumlah yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan," tandasnya.

 

Riyono memberi keterangan pers (Iqbal/Okezone)

Menurut Riyono pihaknya sudah bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya. Dia mengaku saat ini Presiden kembali akan menerima perwakilan nelayan untuk hasil final dari pertemuan sebelumnya.

"Kemarin udah ada kesepakatan dan hari ini semoga ada finalisasi," ungkap dia.

Dia mengatakan saat ini pihaknya meminta alat tangkap nelayan yang biasa digunakan tersebut bisa kembali diperbolehkan untuk mencari ikan.

"Kami hanya minta cantrang sama payang diperbolehkan kembali. Sampai saat ini kami mau ketemu sama Bu Menteri saja bukan main susahnya," ujarnya.

"Kami sudah menyampaikan kajian kami. Kita ingin ada kajian bersama secara komprehensif. Jika mereka punya kajian ayo duduk bareng dan kita buka sama-sama," tegasnya.

Saat ini aksi masih berlangsung, dengan dikawal ketat TNI, Polri serta Paspampres. Beberapa kendaraan taktis seperti Barakuda dan Water Canon juga disiagakan di lokasi demonstrasi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini