Wali Kota Batu Segera Jalani Pengadilan Kasus Suap Pengadaan Barang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 12 Januari 2018 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 12 337 1844084 wali-kota-batu-segera-jalani-pengadilan-kasus-suap-pengadaan-barang-W0K3lN7ybt.jpg WAli Kota Eddy Rumpoko. Foto Antara/Sigid Kurniawan

JAKARTA - ‎Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan Wali Kota Batu non-aktif, Malang, Edi Rumpoko. Edy pun akan segera disidang terkait perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa dalam ruang lingkup pemerintahannya.

Selain Edy, penyidik juga telah melengkapi berkas penyidikan Kepala Bagian ‎Unit Layanan Pengadaan (ULP), Edi Setyawan. Berkas penyidikan kedua tersangka tersebut pun telah dilimpahkan ke tahap penuntutan pada hari ini.

"Hari ini dilakukan penyerahan barang bukti dan dua tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu ke penuntutan (tahap 2)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

BACADokter Bimanesh Penuhi Panggilan Pemeriksaan KPK Sambil Dorong Kursi Roda

BACA: Ditetapkan Tersangka, Wali Kota Batu Tantang KPK di Praperadilan

Setelah berkas penyidikan dua tersangka tersebut diserahkan ke tahap penuntutan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempunyai waktu sekira 14 hari untuk menyusun dakwaan sebelum pada akhirnya disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya Jawa Timur.

Guna memudahkan jalannya persidangan, kedua tersangka kasus dugaan suap di Pemkot Malang tersebut akan dipindahkan ke Lapas di daerah Jawa Timur. Edy Rumpoko sendiri akan dititipkan di Lapas‎ Klas IIA, Sidoarjo, sedangkan Edi Setiawan akan dipindah ke Lapas Klas I Surabaya.

"Keduanya mulai hari ini dipindahkan penahanannya sehubungan dengan persidangan yang akan dilakukan di PN Tipikor Surabaya," terangnya.

Jubir KPK Febri Diansyah

Sejauh ini, kata Febri, pihaknya telah mengantongi keterangan dari 47 saksi. Sementara kedua tersangka, sudah diperiksa sebanyak lima kali dalam kurun waktu September hingga Desember 2017.

"Unsur saksi yang sudah diperiksa, Komisaris Utama PT. Agit Perkasa, Kadis Pekerjaan Umum Binamarga, Staf BRI Malang, Kabag administrasi perekonomian dan pembangunan sekda kota Batu, Kepala Badan Keuangan Aset Daerah, Direktur Utama PT. Dailbana Prima Indonesia," jelasnya.

‎"Kemudian, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Batu, PPK Badan Keuangan Daerah. Pemerintah Kota Batu, Direktur PT Dinamika Oceanic Consula, serta beberapa pihak swasta," imbuhnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini