HUT ke-45 PDIP, Hasto: Bu Mega Bilang Tidak Boleh Ngeluh

Apriyadi Hidayat, Okezone · Rabu 10 Januari 2018 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 10 337 1842771 hut-ke-45-pdip-hasto-bu-mega-bilang-tidak-boleh-ngeluh-MfQ9lFX7qI.jpg Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Dok Okezone)

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperingati hari jadinya yang ke-45, Rabu (10/1/2018). Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan PDIP pernah mengalami dinamika politik yang luar biasa.

“Partai ini selalu dipecah saat 32 tahun Orde Baru, dikucilkan, dan hanya sekedar ornamen demokrasi. Berbagai intervensi kekuasaan, penyerangan kantor partai, bahkan pernah tidak bisa ikut Pemilu pun pernah dialami partai ini," ungkap Hasto dalam keterangan resminya, Rabu (10/1/2018).

Sehingga, kata dia, jika dalam Pilkada dicurangi dan ditelikung merupakan hal yang biasa. "Namun, Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, kami diajarkan untuk tidak boleh mengeluh. Kami harus setia pada jati diri sebagai partai ideologis atas dasar Pancasila, yang bergerak dengan penuh keyakinan. Kami selalu setia pada hukum. Kami selalu membuka ruang harapan sebesar-besarnya, bahwa politik adalah membangun peradaban, bahwa politik adalah pengabdian,” jelasnya.

Selain itu, kata Hasto, para kader PDIP diajarkan untuk berdedikasi bagi rakyat, bangsa, dan negara. Berpolitik bukan jalan mencari kekayaan, apalagi korupsi. “Partai setia pada jalan Pancasila. Di dalamnya bersintesis sempurna nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan Indonesia, musyawarah mufakat, dan keadilan sosial. Keseluruhan nilai tersebut dasar peradaban politik yang melekat dengan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat kuat, agar manusia Indonesia sejahtera lahir dan batin," paparnya.

"PDI Perjuangan sangat bersyukur terhadap kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri yang konsisten membangun organisasi Partai agar semakin sempurnalah fungsi pendidikan dan kaderisasi untuk lahirnya kepemimpinan ideologis, visioner, mumpuni dan merakyat," terangnya.

(Baca Juga: PDIP Umumkan Nama Cagub dan Cawagub Seluruh Provinsi)

Hasto menambahkan, PDIP memiliki akar yang sangat kuat dengan Partai Nasional Indonesia yang didirikan Bung Karno pada 4 Juli 1927 sebagai perasan tekad untuk membebaskan Indonesia dari segala bentuk penjajahan.

"Caranya dengan membentuk Partai yang menjadi obor penerang bagi rakyat, mendidik rakyat, dan mengorganisir rakyat sebagai kekuatan yang paling efektif dalam merebut kemerdekaan,” katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini