Pilkada 2018 Rawan Isu SARA dan Ujaran Kebencian di Medsos

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 09 Januari 2018 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 09 337 1842268 pilkada-2018-rawan-isu-sara-dan-ujaran-kebencian-di-medsos-KFqsYL7mCu.jpg Simulasi pencoblosan Pilkada 2018 di Depok (Antara)

JAKARTA - Ketua Komisi II DPR RI, Zainuddin Amali memprediksi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 rawan dari penyebaran isu Suku, Agama, Ras dan Antar-Golongan (SARA) di media sosial.

Amali menuturkan, penyebaran isu SARA di medos biasanya dimanfaatkan oleh oknum untuk menjatuhkan lawan politik satu sama lain saat pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Merebak isu SARA yang digunakan untuk mendukung pasangan tertentu dan lemahkan pasangan tertentu," ujar Amali di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/1/2018).

Tak hanya itu, Ketua DPP Partai Golkar itu menyebut, praktik politik uang juga masih akan menjadi salah satu kerawanan yang tinggi saat pelaksanaan Pilkada 2018. Kemudian, Amali menyatakan ujaran kebencian di medsos juga menjadi salah satu potensi kerawanan yang terjadi.

"Penggunaan medsos yang bernada negatif, kampanye hitam bahkan cenderung fitnah. Jadi tiga itu indeks kerawanan-kerawanan yang ada," kata dia.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menggandeng Kepolisian Republik Indonesia untuk mengawasi media sosial (Medsos) saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 171 provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

Ketua Bawaslu RI Abhan mengungkapkan bahwa dewasa ini medsos kerap dijadikan wadah untuk oknum menyebarkan isu hoax, SARA dan black campaign. Oleh karenanya, Abhan meminta untuk bekerjasama dengan Direktorat Tindak Pidana Siber dari Bareskrim Polri.

"Langkah konkretnya adalah, black campaign yang misalnya menggunakan media internet, medsos dan sebagainya, unit cyber crime akan optimal dan akan berkoordinasi dengan jajaran Bawaslu," ujar Abhan pada kesempatan yang sama.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini