nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Hilman Mattauch, Eks Wartawan 'Sopir' Setya Novanto

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 09:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 09 337 1842134 kpk-periksa-hilman-mattauch-eks-wartawan-sopir-setya-novanto-Oi9VeJ1eWx.jpg Hilman Mattauch saat di Gedung KPK. (Foto: Arie Dwi/Okezone)

JAKARTA‎ - Mantan wartawan televisi swasta, Hilman Mattauch datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pagi ini, Selasa (9/1/2018). Dia datang sekira pukul 08.45 WIB dengan mengenakan kemeja lengan panjang yang digulung setengah lengan.

Sayangnya, Hilman irit bicara terkait kedatangannya pada pagi hari ini. Dia terlihat santai dan langsung memasuki ruang sterilisasi KPK, sebelum pada akhirnya menuju ke lantai dua ruang pemeriksaan lembaga antirasuah.

"Masuk dulu," kata Hilman sambil memasuki Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah belum angkat bicara saat dikonfirmasi terkait kedatangan Hilman pada pagi hari ini.‎ Diduga, Hilman diperiksa terkait penyelidikan baru di kasus dugan korupsi E-KTP.

Diberitakan sebelumnya, KPK sedang membuka penyelidikan baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP, tahun anggaran 2011-2013. Penyelidikan baru tersebut terkait adanya dugaan perbuatan merintangi ‎atau menghalang-halangi proses penyidikan.

"Lidik (penyelidikan) dugaan perbuatan menghalang-halangi atau merintangi penanganan perkara e-KTP di Pasal 21 Undang-Undang Tipikor," ungkap Febri beberapa waktu lalu.

Namun demikian, Febri masih enggan membeberkan dengan terang pihak-pihak yang sedang diselidiki terkait dugaan menghalang-halangi proses penyidikan. Sebab, status dari pihak tersebut belum dinaikkan sebagai tersangka atau masih dalam proses penyelidikan. "Belum bisa disampakan (siapa pihaknya) karena prosesnya masih penyelidikan‎," tutupnya.

(Baca juga: Hilman Mattauch, si 'Wartawan Parlemen' yang Jadi Tersangka Kecelakaan Setya Novanto)

Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto‎ sempat dicari dan diburu oleh KPK. Sebab, ada dugaan Setnov melarikan diri saat akan dilakukan upaya jemput paksa di kediamannya di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Upaya jemput paksa itu dilakukan setelah Setnov mangkir dalam tiga kali panggilan pemeriksaan penyidik KPK. Keesokan hari setelah upaya jemput paksa KPK gagal, ‎Setnov muncul melakukan wawancara langsung dengan salah satu televisi nasional.

Tak berselang lama, Setnov mengalami kecelakaan tunggal bersama dua orang lainnya di daerah Jakarta Selatan. Dua orang lainnya yang berada dalam mobil bersama Setnov yakni, Ajudan pribadinya, Reza, dan seorang pengemudi mobil yang juga kontributor TV swasta, Hilman Mattauch.

Setya Novanto sendiri telah didakwa secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan ‎kerugian negara sekira Rp2,3 triliun dalam proyek pengadaan E-KTP, tahun anggaran 2011-2013.

Setya Novanto selaku mantan Ketua fraksi Golkar diduga mempunyai pengaruh penting untuk meloloskan anggaran proyek E-KTP yang sedang dibahas dan digodok di Komisi II DPR RI pada tahun anggaran 2011-2012.

Atas perbuatannya, Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(qlh)

Berita Terkait

Sidang Korupsi e-KTP

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini