nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Video Porno Kembali Marak di Medsos, Polri Kembali Patroli

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 15:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 08 337 1841756 video-porno-kembali-marak-di-medsos-polri-kembali-patroli-c8rjeRpMzq.jpg Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto (foto: Okezone)

JAKARTA - Maraknya Video berkonten porno, Mabes Polri akan melakukan patroli Cyber di jejaring internet.

"Nanti kita antisipasi dari Karomultimedia dan Dir Siber," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Kementerian Perdagangan, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2018).

Jika menemukan video berkonten porno, maka dengan otomatis keyword tersebut langsung terhapus. "Ada keyword kita hapus," tutupnya

 (Baca juga: Pemesan Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa WN Kanada, Bayar Rp31 Juta)

(Baca juga: Ini Jumlah Bayaran untuk Pemeran Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa)

(Baca juga: Polisi Tangkap 6 Pelaku Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa)

Sebagaimana diketahui, masyarakat ibu kota kembali digegerkan dengan video porno yang melibatkan bocah laki-laki dengan perempuan dewasa. Video tersebut viral rantaran terus menerus disebarkan melalui pesan berantai.

Dalam video itu, tampak bocah dan wanita tersebut bermesraan di balkon sebuah tempat penginapan, adegan kemudian berlanjut ke atas ranjang. Keduanya kemudian melakukan persetubuhan di ranjang dan di bak mandi. Adegan itu direkam secara profesional dengan resolusi gambar yang cukup baik.

Dalam kasus tersebut, Tim Gabungan dari Polda Jabar berhasil menangkap enam orang pelaku video porno yang memuat adegan seks antara perempuan dewasa dengan bocah laki-laki.

Keenam pelaku yang diamankan, di antaranya Muhamad Faisal Akbar alias Alfa alias Bos, yang berperan sebagai 'sutradara' dan pengambil video serta yang menjual video tersebut.

SM alias Cici yang berperan perekrut pemeran perempuan, A alias Intan yang berperan sebagai wanita dalam video porno sekaligus perekrut anak, IO alias Imel yang berperan perekrut anak dan juga pemeran dalam video tersebut.

Selanjutnya S yang turut serta dalam pembuatan video porno yang juga merupakan salah satu ibu dari anak yang turut dalam adegan video porno. Terakhir adalah H yang juga turut serta dalam pembuatan video.

Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, ada tiga bocah laki-laki yang menjadi korban dalam pembuatan video tersebut. Ketiganya yakni DN (9), SP (11) dan RD (9).

"Mereka (korban) di iming-iming diberikan uang yang nominalnya Rp200 sampai Rp300 ribu rupiah," kata Agung.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini