nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mensos Khofifah Kutuk Aksi Babeh Sodomi 41 Anak di Tangerang

Chyntia Sami B, Jurnalis · Sabtu 06 Januari 2018 13:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 06 337 1841059 mensos-khofifah-kutuk-aksi-babeh-sodomi-41-anak-di-tangerang-NFoK1iLgpj.jpg

TANGERANG - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengutuk keras aksi kekerasan seksual yang dilakukan oleh Wawan Sutiono alias Babeh (49) terhadap 41 anak di bawah umur di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

"Saya sangat menyayangkan bahwa kekerasan seksual terhadap anak-anak yang terjadi justru dilakukan oleh guru yang notabene adalah ujung tombak pendidikan bangsa," ujar Khofifah dalam siaran persnya, Sabtu (6/1/2018).

Khofifah pun mengapresiasi atas kesigapan Polresta Tangerang yang telah berhasil mengungkap kasus kekerasan seksual kepada anak atau pedofilia yang telah dilakukan oleh Babeh sejak April 2017 lalu.

Menurut Khofifah, maraknya kasus pedofilia akhir-akhir ini berdampak pada rusaknya tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara karena yang menjadi korban adalah generasi penerus bangsa. Untuk itu, ia pun mendesak agar pelaku pedofilia diganjar hukuman dengan sanksi pemberatan sesuai Perppu 1 tahun 2016 yang telah disahkan menjadi UU Nomor 17 Tahun 2016.

(Baca Juga: Sebelum Disodomi, 41 Korban Babeh Dipaksa Telan Gotri)

Khofifah pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih mengenal teknologi. Hal tersebut lantaran saat ini pelaku pedofilia juga menggunakan sarana teknologi informasi untuk menggiring para korbannya.

"Saya mengajak para orang tua agar lebih mengenal teknologi. Awasi penggunaan smartphone pada anak. Dampingi anak dan berikan edukasi kepada mereka," tandasnya.

(Baca Juga: KPAI Minta Babeh Si Guru Honorer Cabul di Kebiri)

Sebagaimana diketahui, polisi berhasil meringkus Babeh di kediamannya di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang pada 20 Desember 2017 lalu.

Jumlah korban pencabulan oleh pelaku pun terus bertambah. Hingga kini tercatat ada sebanyak 41 anak berusia 6 hingga 15 tahun yang menjadi korban pencabulan oleh Babeh. Adapun sekitar 29 anak diantaranya telah menjalani visum.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dalam paling lama 15 tahun.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini