nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuasa Hukum Takut Setya Novanto Disebut 'Tukang Fitnah' Jika Jadi Justice Collaborator

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 12:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 04 337 1839913 kuasa-hukum-takut-setya-novanto-disebut-tukang-fitnah-jika-jadi-justice-collaborator-UrztBkXRFm.jpg Setya Novanto saat sidang putusan sela. (Foto: Antara)

JAKARTA - Terdakwa perkara korupsi E-KTP, Setya Novanto (Setnov) masih mempertimbangkan untuk jadi justice collaborator (JC). Sebab, mantan Ketua DPR RI itu tidak ingin menyeret nama lain dalam kasus ini sebelum punya bukti kuat.

Hal ini disampaikan kuasa hukum Setnov, Maqdir Ismail usai nota keberatan atau eksepsinya ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Saya kira itu yang harus kita lihat secara baik untuk jadi JC, termasuk kooperatif yang dimaksud itu kita kan tidak mau menimbulkan fitnah. Itu harus ada fakta, harus ada bukti, harus ada saksi," kata Maqdir ‎di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

Maqdir menganggap Setnov masih keberatan untuk menerima status JC. Sebab, Maqdir tidak ingin kliennya dianggap sebagai tukang fitnah, seperti terdakwa lainnya yang sudah menjadi JC. "Saya kira kami tidak ingin menjadikan Pak Novanto sebagai bulan-bulanan tukang fitnah seperti sidang-sidang yang lain dulu," terangnya.

(Baca juga: Setya Novanto Wajib Penuhi Syarat Ini Jika Mau Jadi Justice Collaborator)

"Tapi kalau itu nanti harus ada faktanya atau fakta pendukung yang menerangkan kebenaran apa yang disampaikan oleh Pak Novanto. paling tidak misalnya kalau ada orang yang mengatakan itu, baru akan kami sampaikan‎," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK mempersilakan Setya Novanto mengajukan status justice collaborator. Adapun, status JC tersebut berguna untuk meringankan hukuman mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

"Jika terdakwa memiliki iktikad baik menjadi JC silakan ajukan ke KPK. Tentu dipertimbangkan dan dipelajari terlebih dahulu," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya.

Namun memang, kata Febri, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi Setnov untuk menjadi JC.‎ Salah satu persyaratannya yakni, Setnov harus mampu mengungkap aktor-aktor lainnya yang secara bersama-sama atau turut serta dalam memuluskan korupsi E-KTP.

"Seorang JC haruslah mengakui perbuatannya, dan kooperatif membuka peran-peran pihak lain secara lebih luas. Dan ingat, JC tidak diberikan pada pelaku utama," terangnya.

"Jadi silakan ajukan saja. Nanti akan dinilai. Siapa pelaku lain yang besar yang diungkap," sambungnya.

(qlh)

Berita Terkait

Sidang Korupsi e-KTP

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini