nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setya Novanto Wajib Penuhi Syarat Ini Jika Mau Jadi Justice Collaborator

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 12:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 04 337 1839891 setya-novanto-wajib-penuhi-syarat-ini-jika-mau-jadi-justice-collaborator-0agQLW0UyM.jpg Setya Novanto saat sidang putusan sela. (Foto: Antara)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilakan terdakwa perkara korupsi proyek E-KTP, Setya Novanto (Setnov) untuk mengajukan status justice collaborator (JC). Adapun, status JC tersebut berguna untuk meringankan hukuman mantan Ketua DPR RI itu.

"Jika terdakwa memiliki iktikad baik menjadi JC silakan ajukan ke KPK. Tentu dipertimbangkan dan dipelajari terlebih dahulu," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (4/1/2018).



Namun memang, kata Febri, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi Setnov untuk menjadi JC.‎ Salah satu persyaratannya yakni, Setnov harus mampu mengungkap aktor-aktor lainnya yang secara bersama-sama atau turut serta dalam memuluskan korupsi E-KTP.

"Seorang JC haruslah mengakui perbuatannya, dan kooperatif membuka peran-peran pihak lain secara lebih luas. Dan ingat, JC tidak diberikan pada pelaku utama," terangnya.

"Jadi silakan ajukan saja. Nanti akan dinilai. Siapa pelaku lain yang besar yang diungkap," sambungnya.

(Baca juga: Hakim Tolak Eksepsi Setya Novanto, Sidang Korupsi E-KTP Dilanjutkan ke Tahap Pembuktian)

Sejauh ini, lanjut Febri, KPK belum menerima pengajuan JC dari pihak Setya Novanto.‎ Tapi, jika Setnov menginginkan hukuman lebih ringan, maka dia harus membuka aktor yang lebih besar dan menjadi JC. "Karena memang jika menjadi JC maka ancaman hukuman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun ini dapat diturunkan nanti jika memang JC dikabulkan," pungkasnya.



Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menolak nota keberatan atau eksepsi Setya Novanto (Setnov) atas dakwaan tim Jaksa KPK. Persidangan perkara korupsi E-KTP, untuk terdakwa Setya Novanto pun akan kembali dilanjutkan.

Menurut Ketua Majelis Hakim yang mengadili Setnov, Yanto‎ mengatakan, dakwaan yang disusun dan telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum pada KPK, sah menurut hukum.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini