nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikira Petasan, Begini Kronologi Serangan Bom Molotov di Polsek Bontoala

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 01 Januari 2018 15:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 01 337 1838483 dikira-petasan-begini-kronologi-serangan-bom-molotov-di-polsek-bontoala-cPLKNSV26p.jpg Tim Labfor olah TKP di Mapolsek Bontoala. Foto Antara

JAKARTA - Markas Polisi Sektor Bontoal, Makassar, Sulawesi Selatan digegerkan dengan bunyi ledakan yang terjadi pada Senin (1/1/2018) dinihari.

Awalnya, petuga kepolisian mengira itu sebuah petasan yang identik dinyalakan saat perayaan tahun baru. Belakangan diketahui bahwa ledakan bersumber dari bom jenis molotov.

Baca: Mapolsek Bontoala Diserang Bom Molotov, Kapolsek dan Anggotanya Dirawat di RS Polri

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Mohammad Iqbal, kepada wartawan menceritakan awal mula ledakan tersebut.

"Ada suara petasan, tetapi nyatanya ada benda yang dilempar. Benda itu setelah kita urai itu isinya seperti petasan walaupun ada benda-benda yang dikategorikan bisa melukai ketika ada lontaran," ujarnya di Gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (1/1/2018).

Ia menambahkan, kejadian itu sekira pukul 03.00 WIB, saat anggota kepolisian sedang melepas lelah pasca melakukan pengamanan malam tahun baru. Ketika mendengar suara ledakan, seketika mereka langsung berhamburan mencari asal bunyi suara tersebut.

"Pada pukul sekira 3 dini hari, setelah melakukan pengamanan pergantian tahun," lanjut Iqbal.

Simak: Kapolda Sulsel: Identitas Pelaku Teror Bom di Mapolsek Bontoala Sudah Kita Ketahui

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan. Namun terkendala karena Polsek Bontoala tidak memiliki CCTV.

"Kita kumpulkan itu. Salah satunya CCTV. (CCTV) tidak ada di Polsek, kita kan ada berbagai CCTV di segala sudut yang menuju ke Polsek," ujarnya.

Akibat ledakan itu, Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin dan satu anggota Opsnal Brigadir Yunirsam mengalami luka ringan pada bagian tangan, karena terkena pecahan kaca akibat ledakan bom molotov.

Rafiuddin dan Yudirsan mengalami luka masing-masing pada bagian tangan serta pahanya.

Yudirsan langsung menjalani operasi untuk mengangkat serpihan material bom yang nenembus di bagian pahanya kanannya dan jari kaki kelingking. Korban terlihat masih dalam kondisi lemah di ruangan operasi.

Sementara itu Kompol Rafiunddin hanya mengalami luka ringan di bagian tangan dan diperbolehkan untuk pulang dan menjalani rawat jalan.

Saat ini polisi sudah mengamankan seorang pemuda yang mengaku melihat pelaku usai melempar bom.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini