Share

PPP Kubu Djan Faridz Diajak Bersatu Setelah Gugatannya Ditolak MA

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 26 Desember 2017 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 26 337 1835834 ppp-kubu-djan-faridz-diajak-bersatu-setelah-gugatannya-ditolak-ma-8GPoRlTceI.jpg Ilustrasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Romahurmuziy (Romi) mengajak kubu Djan Faridz untuk bersatu. Ajakan ini muncul setelah Mahkamah Agung (MA) menolak gugatan Djan Faridz-Achmad Dimyati Natakusumah terkait kepengurusan partai berlambang Kakbah itu.

Hasilnya, MA menyatakan kepengurusan yang sah dari PPP periode 2016–2021 adalah Muhammad Romahurmuziy sebagai ketua umum dan Arsul Sani menjabat sekretaris jenderal.

"Maka dari itu kami mempersilakan teman-teman di sebelah untuk bergabung, bukan pindah partai," kata Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi melalui pesan yang diterima Okezone, Selasa (26/12/2017).

(Baca: PPP Kubu Romi Ambil Alih Kantor DPP dari Djan Faridz)

Ia menerangkan, putusan tersebut sudah bersifat final sehingga ajakan bersatu ini berguna menghadapi Pemilihan Umum 2019 dan memenangkan PPP di posisi tiga besar.

"Sudahi pertentangan politik, toh persoalan hukum sudah tuntas. Putusan PK 79, putusan kasasi TUN 514, serta empat putusan MK semuanya melegalisasi kengurusan PPP hasil muktamar Pondok Gede," tegasnya.

Anggota Komisi II DPR RI ini menambahkan, legalitas kepengurusan ini semakin kuat saat pihaknya sudah kembali menempati Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. PPP kubu Romi membantah menempati gedung tersebut melalui perebutan paksa.

"Kalau ada gesekan, pasti ada korban, ada bagian gedung yang rusak. Ini tidak terjadi. Terkait barang inventaris DPP, sudah kami amankan. Sementara barang yang bukan milik DPP, sudah kita pilah," tukasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini