Dongkrak Potensi Wisata, Jokowi Dorong Pengembangan Desain Tata Kota

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 23 Desember 2017 07:43 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 23 337 1834946 dongkrak-potensi-wisata-jokowi-dorong-pengembangan-desain-tata-kota-aHC5FYmpAW.jpeg Presiden Jokowi saat menyusuri Pantai Kuta, Bali (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Pemerintah tengah mengembangkan empat destinasi wisata baru yang dapat bersaing dengan tempat-tempat pariwisata yang ada di Bali. Keempat lokasi pariwisata itu adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

Presiden Jokowi meminta ‎desain pengembangan keempat destinasi pariwisata tersebut segera rampung. Ia pun menekankan bahwa tata ruang dari tiap destinasi wisata baru tersebut harus sudah mulai didesain dan direncanakan.

"Saya hanya ingin memberikan beberapa hal yang ada di lapangan, terutama yang menyangkut dari Bappenas, PU, Bekraf, yang berkaitan dengan tata ruang yang ada di 10 destinasi baru yang sudah kita tetapkan," kata Jokowi dari saat memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas pariwisata di Bali sebagaimana dikutip dari keterangan resmi dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin‎, Jumat 22 Desember 2017 malam.

(Baca Juga: Presiden Jokowi: Bali Aman, Silakan Berlibur ke Bali)

Lebih lanjut, Kepala Negara memberikan contoh mengenai apa yang dilihatnya saat berada di Raja Ampat, Papua Barat dalam menghadiri peringatan Hari Ibu ke-89. Menurut Jokowi, sebagai sebuah destinasi baru, pengembangan Raja Ampat sudah semestinya digarap dengan serius.

"Misalnya, runway dan terminal di sana belum siap. Yang kedua masalah tata kota yang ada di kota Raja Ampat. Saya kira ini tugasnya Bappenas untuk mendesain baik yang berkaitan dengan tata kota dan pemukiman. Kalau tidak segera kita tetapkan di mana kota dan tempat wisatanya, semua akan berjalan sendiri-sendiri," tuturnya.

Presiden Jokowi menilai, penyiapan tata kota dan pemukiman sejak dini di destinasi wisata baru akan menjadi kunci bagi pengembangan pariwisata Indonesia yang jauh lebih baik.

(Baca Juga: Gaya Jokowi dan Para "Srikandi" Kabinet Kerja Kenakan Topi Khas Raja Ampat)

Tak hanya tata kota dan tempat wisatanya yang akan menjadi tertata, tapi juga hutan konservasi dan sumber daya alam yang ada di sejumlah destinasi wisata baru tersebut juga akan terlindungi.

"Saya kira kalau hal-hal ini dimulai sejak awal, pariwisata kita akan lebih terarah dan jelas," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini