Share

Gaya Jokowi dan Para "Srikandi" Kabinet Kerja Kenakan Topi Khas Raja Ampat

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 22 Desember 2017 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 22 337 1834650 gaya-jokowi-dan-para-srikandi-kabinet-kerja-kenakan-topi-khas-raja-ampat-AhqZtZ5AGq.jpg Presiden Jokowi bersama " Srikandi" Kabinet Kerja (Foto: Biro Pers Istana)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para "srikandi" di Kabinet Kerjanya merayakan peringatan Hari Ibu ke-89 di Lapangan Waisai Torang Cinta (WTC), ‎Raja Ampat, Papua Barat. Perayaan ini bagian dari kunjungan kerja Kepala Negara di Enam Provinsi Indonesia pada 18-23 Desember 2017.

‎Adapun kelima perempuan yang berada di Kabinet Kerja tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Menteri Kesehatan Nila F. Moloek, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Yembise.

‎Dengan menggenakan batik biru tua bermotif burung Cendrawasih, Kepala Negara bersama para srikandinya itu secara khusus menyapa dan berinteraksi dengan sejumlah Mama-Mama Papua yang hadir serta memeriahkan peringatan Hari Ibu ke-89.

Kepala Negara juga bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi setiap kios dagangan Mama-Mama Papua yang memang sengaja dipamerkan dalam acara tersebut.

 (Baca: Presiden Jokowi: Jadilah Ibu Bangsa Wahai Perempuan Indonesia, Selamat Hari Ibu!)

Bahkan, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana juga membeli sejumlah barang dagangan yang dijajakan Mama-Mama Papua. Mulai dari buah salak, buah pinang, hingga sagu. Tak sampai di situ, Presiden Jokowi dan para menteri perempuan di Kabinet Kerjanya itu juga kompak mengenakan topi yang dijajakan oleh Mama-Mama Papua di lokasi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan para srikandinya itu tampak serasi mengenakan topi yang berbentuk kerucut tersebut. Mereka tampak akrab dan berbaur dengan para warga yang ada sekitar lokasi.

Topi itu terbuat dari daun pandan yang dianyam oleh tangan-tangan dari Mama-Mama di Tanah Cendrawasih tersebut. Menariknya, topi dengan warna-warni itu pada awalnya sengaja dibuat untuk melindungi para turis dari sinar matahari.

Adapun setiap warna warni yang ada di topi khas Raja Ampat itu terbuat dari daun pandan yang ditanam selama dua hari. Selanjutnya daun itu direbus dengan daun mamro dan jadilah warna hitam. Kemudian warna merah dari topi itu juga berasal dari bahan alamiah yang diambil dari akar mengkudu.

Seiring berjalannya waktu topi khas dari Raja Ampat itu dijadikan barang cindera mata atau oleh-oleh bagi para pelancong yang berlibur di sana. Berdasarkan informasi yang dihimpun, untuk satu buah topi Mama-Mama di Raja Amat menghargai mulai dari Rp200 ribu hingga Rp300.

 

‎Saat secara khusus menyapa dan berinteraksi dengan Mama-Mama Papua yang hadir, Presiden Jokowi mengaku ‎mendapat banyak kisah-kisah inspiratif dari Mama-Mama Papua tentang kisah perjuangan mereka dalam mendidik anak-anaknya.

Sehingga, untuk mengapresiasi perjuangan para ibu di Indonesia itu Kepala Negara mengisyaratkan akan menambah jumlah menteri perempuan dalam Kabinet Kerjanya saat melakukan reshuffle. Pasalnya, ia menilai semangat dan peran besar dari para perempuan Indonesia.

"Ya bisa saja, mungkin malah ditambah," kata Jokowi dari keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin‎, Jumat (22/12/2017).

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini