nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenangan Jokowi Bolak-balik Bimbingan Skripsi hingga Gagal Jadi Pegawai Perhutani

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 19 Desember 2017 16:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 19 337 1832848 kenangan-jokowi-bolak-balik-bimbingan-skripsi-hingga-gagal-jadi-pegawai-perhutani-Znu00hRmTr.jpg

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah usai memberikan kuliah umum kepada sejumlah dosen, alumni hingga mahasiswa Fakultas Kehutanan dalam acara Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada (UGM).

Acara silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh canda. Saat dimintai kesan dan pesan untuk Fakultas Kehutanan UGM, Kepala Negara pertama kali menyebut nama dosen pembimbing skripsi beliau saat dahulu menempuh perkuliahan.

"Yang pertama saya sampaikan penghargaan setinggi-tinggiya, kepada dosen pembimbing saya, Pak Kasmujo. Beliau itu, waktu membimbing saya, seingat saya galak sekali," ucap Jokowi langsung disambut tawa seperti keterangan resmi dari ‎Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin‎, Selasa (19/12/2017).

Presiden Jokowi pun meminta dosen pembimbingannya itu untuk maju ke atas panggung. Kepada Pak Kasmujo, orang nomor satu di Indonesia ini menghanturkan ucapan terima kasihnya lantaran telah dibimbing dengan baik saat merampungkan skripsinya.

"Saya lupa berapa kali bolak-balik (bimbingan). Begitu maju, dibentak disuruh balik. Sekarang alhamdulillah, atas bimbingan Pak Kasmujo selesai skripsi saya," kenang Jokowi.

Lalu kemudian mantan Gubernur DKI Jakarta itu bercerita tentang cita-citanya dahulu saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM. Bersama rekan-rekan seangkatannya dulu, Presiden Jokowi ingin sekali bekerja di Perum Perhutani. Namun, saat itu beliau gagal dan tidak berhasil diterima menjadi pegawai di Perum Perhutani.

"Saya mendaftar tidak diterima, diterimanya jadi Presiden," kembali Jokowi berseloroh yang lagi-lagi disambut tawa keluarga besar Fakultas Kehutanan UGM.

Dalam acara Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, Presiden Jokowi mendapat kesempatan bertemu dengan rekan-rekannya dan alumni yang bekerja di kehutanan. Ia berpesan agar pengelolaan hutan di Indonesia dapat menjadi lebih baik.

"Saya satu setengah tahun lalu bertemu dengan Raja Norwegia. Beliau cerita ke saya bahwa di Norwegia kandungan tambang banyak sekali, tetapi justru yang dikembangkan adalah sektor kehutanan. Hanya dari situ mereka bisa hidup menjadi negara dengan pendapatan yang sangat tinggi," ujarnya berpesan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini