Soal Yerusalem, JK Nilai Boikot Produk AS Tak Tepat sebagai Langkah Protes

Reni Lestari, Okezone · Selasa 19 Desember 2017 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 19 337 1832841 soal-yerusalem-jk-nilai-boikot-produk-as-tak-tepat-sebagai-langkah-protes-tkVEBaEjnZ.JPG Wapres Jusuf Kalla (Foto: Reni Lestari)

JAKARTA - Mengiringi aksi-aksi demonstrasi menentang keputusan Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, sejumlah pihak juga menyerukan boikot produk-produk milik negeri paman sam tersebut. Salah satu tokoh yang menyerukan hal itu adalah cendekiawan muslim Din Syamsuddin.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, aksi boikot tersebut tidak tepat untuk ditempuh sebagai langkah protes. Sebab, hampir mustahil untuk memboikot secara konsisten terhadap seluruh produk buatan AS.

"Produk Amerika di Indonesia itu tinggal produk high-tech. Jangan emosional. Sebenarnya yang paling gampang, berani enggak untuk memboikot iPhone, jangan pakai Google, bisa enggak hidup tanpa itu? WhatsApp. Enggak bisa hidup tanpa itu sekarang," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

(Baca Juga: Gelar Maulid Kebangsaan, Fatayat NU Ajak Umat Doakan Palestina)

"Kalau film kita bisa menghindari, kalau produk produk itu susah. Produk high tech, perminyakan. Barang-barang kelontong sudah enggak ada lagi, semua sudah diambil Asia, Korea," ujar JK.

Untuk menekan AS, Indonesia bersama negara-negara yang menentang keputusan Pemerintah AS bisa menyuarakan protes di forum Majelis Umum PBB. Sebab, di Dewan Keamanan PBB, AS adalah anggota tetap sehingga memiliki hak veto. Sejumlah resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB atas konflik Palestina-Israel diketahui diveto oleh AS.

"Ini kan bukan soal baru, soal 50 tahun. Saya masih sekolah, demo-demo di mana-mana. Demo-demo saja terus, enggak pernah ada hasilnya karena memang enggak mudah," ujarnya.

(Baca Juga: Aksi Bela Palestina, GNPF Sebut Ada 10 Juta Orang yang Akan Ikut)

JK menekankan langkah dialog sebagai upaya yang harsu dikedepankan untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan tersebut. Sebab selama ini, langkah perang sudah terbukti gagal mempertahankan tanah Palestina dari pencaplokan oleh Israel.

"Kedua, Indonesia ini, hanya dua yang bisa dilakukan, dialog atau perang. Sudah tiga kali perang kan makin kecil daerah Palestina itu, jadi harus dialog, damai. Walaupun semua enggak suka, tapi kan harus yang adil," tukas JK.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini