Share

Prahara Habib Rizieq Menuju Pengasingan

Awaludin, Okezone · Selasa 19 Desember 2017 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 19 337 1832534 prahara-habib-rizieq-menuju-pengasingan-oC6VA7sOvH.jpg Imam Besar FPI, Habib Rizieq usai diperiksa di Polda Metro Jaya (Foto: Okezone)

Di Akhir Januari 2017, netizen dihebohkan dengan munculnya video berisi suara yang diduga Ketua Yayasan Sahabat Cendana, Firza Husein. Lalu juga tersebar screenshoot percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan Firza Husein dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Percakapan itu mencuat setelah publish di website baladacintarizieq.com, dan tak lama kemudian Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir situs tersebut.

Kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial hingga pemberitaan nasional, dan akhirnya Aliansi Mahasiswa Antipornografi melaporkan penyebaran konten berbau pornografi yang disebut-sebut dilakukan Rizieq Syihab, ke Polda Metro Jaya, Senin, 30 Januari 2017, dengan nomor laporan LP/510/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus, 30 Januari 2017.

Situs tersebut diduga melanggar Pasal 4 Ayat 1 jo Pasal 29 dan/atau pasal jo Pasal 32 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang pornografi dan/atau Pasal 27 Ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Kasus tersebut membuat geram sejumlah ‘anak buah’ Habib Rizieq, Kuasa hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Kapitra Ampera menegaskan, pihaknya bakal melaporkan penyebar transkip percakapan yang diduga dilakukan Firza Husein dan Habib Rizieq ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

Ia menilai, jika kasus itu untuk menjatuhkan orang nomor satu di FPI setelah sukses mengumpulkan jutaan umat Islam berkumpul di Jakarta dalam satu aksi yang dilakukan pada 4 November dan 2 Desember 2016, yang diistilahkan sebagai “aksi bela Islam” 411 dan 212. Kedua unjuk rasa itu menuntut Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dipenjara karena menyinggung Surah Al Maidah Ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 tersebar di media sosial. Ahok pun jadi sasaran karena dituduh menistakan agama.

Kapitra pun mengklaim mengantongi identitas pelaku yang berinisial P alias A, juga FR yang diduga menyebarkan transkrip porno tersebut.

Kaleidoskop FOTO 2017 [Februari]

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya pada waktu itu, Irjen Mochamad menyebutkan bahwa foto wanita tanpa busana dan pesan mesum yang beredar di situs baladacintarizieq, pertama kali muncul di Amerika Serikat, dan tidak diketahui siapa orang yang pertama menyebar foto dan pesan-pesan mesum itu.

Hal itulah yang membuat kepolisian pada akhirnya mengalami kesulitan untuk melacak pelaku penyebar konten pornografi tersebut. Menurutnya, bukan perkara mudah untuk melacak situs di Amerika Serikat dan harus koordinasi dengan pemerintah setempat. Selain berkoordinasi dengan aparat AS, Iriawan mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa ahli telematika dan ahli IT untuk melacak pelaku penyebar pertama di situs itu.

Namun, berdasarkan pelacakan di Whois.com, situs tersebut didaftarkan melalui registrar Namesilo LLC pada 29 Januari 2017. Kemudian, kontak registran tertulis Domain Administrator. Registran dikenal sebagai pemilik domain. Menariknya nama organisasi registran tertulis PrivacyGuardian.org yang beralamat di 1928 E. Highland Ave. Ste F104 PMB# 255, Phoenix, AS. Nama PrivacyGuardian.org dikenal sebagai penyedia layanan untuk menyembunyikan atau menyamarkan nama registran yang sebenarnya. Maka bisa dibilang pemilik domain disembunyikan.

Habib Rizieq dan Firza Husein Diperiksa Polisi

Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya pun langsung melakukan pemanggilan terhadap Habib Rizieq dan Firza Husein untuk dilakukan pemeriksaan. Keduanya pun membantah keterlibatan dalam chat tersebut. Habib Rizieq menyebut kasus ini sebagai fitnah besar. Sementara Firza melalui pengacaranya mengatakan tidak pernah berpose tanpa busana seperti yang ada di situs 'baladacintarizieq' itu.

Dalam kasus ini, polisi juga meminta keterangan kepada sejumlah ahli seperti ahli telematika Dr Abimanyu yang dimintai pendapatnya mengenai foto porno wanita yang beredar di internet, dan ia menyatakan asli dan bukan rekayasa. Sementara itu, ahli face recognition dari Inafis Polri menyatakan bahwa foto wanita porno yang tersebar di internet identik dengan Firza Husein.

Dan pada Selasa 16 Mei 2017 sekira pukul 22.00 WIB, Firza Husein ditetapkan menjadi tersangka setelah polisi menggelar perkara kasus chat pornografi tersebut. Lalu pada Senin 29 Mei 2017, Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka menyusul Firza Husein. Penyidik menetapkan Suami Umi Syarifah Fadlun bin Yahya itu sebagai tersangka karena dianggap telah cukup bukti.

"Di dalam hasil gelar perkara menaikkan status dari saksi menjadi tersangka, kita naikkan kita tingkatkan," ungkap Argo di Polda Metro Jaya.

Tak hanya itu, Firza Husein juga diperiksa polisi namun dengan kasus yang berbeda. Ia dituding terlibat perbuatan makar menjelang aksi damai 2 Desember 2016. Polisi pun mengamankan 11 tokoh dan aktivis terduga makar itu, diantaranya Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobra.

Dalam kasus makar ini, polisi juga memeriksa Habib Rizieq, Munarman, Ustad Bachtiar Nasir seperti yang disangkakan oleh Sri Bintang Pamungkas. Tak hanya sampai disitu, Habib Rizieq juga dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Jawa Barat terkait pelecehan Pancasila dan pencemaran nama baik. Dalam kasus ini Habib Rizieq ditetapkan tersangka oleh penyidik pada 30 Januari 2017.

Habib Rizieq pun menyebut Sukmawati Soekarnoputri telah melakukan kriminalisasi tesis ilmiah miliknya tentang Pancasila. Menurutnya, Sukmawati gagal paham soal isi ceramahnya. Ceramah tersebut merupakan bagian dari sosialisasi tesisnya yang berjudul 'Pengaruh Pancasila terhadap Penerapan Syariat Islam di Indonesia'. Tesis tersebut mendapatkan predikat cum laude di University of Malaya, Malaysia.

"Sukmawati gagal paham soal ceramah saya. Ceramah saya diedit dan dipotong dan dilaporkan Sukmawati dengan penistaan Pancasila, ini enggak betul. Sama saja melakukan kriminalisasi tesis ilmiah," kata Habib Rizieq saat istirahat pemeriksaan di Mapolda Jabar.

Teror ‘Hantui’ Habib Rizieq

Sepertinya cobaan yang menerpa orang nomor satu di FPI itu tak pernah habis. Habib Rizieq mendapatkan teror saat berada di Pondok Pesantren Alam dan Agrokulturan Markaz Syariah yang terletak di Kampung Lemah Neundeut, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada 25 Maret 2017.

Kuasa hukum Habib Rizieq, Kapitra Ampera mengatakan, bahwa penembakan tersebut meninggalkan bekas di ruang salat pondok pesantren. Ia pun menduga aksi teror tersebut tidak jauh dari keterlibatan Habib Rizieq di sejumlah aksi bela Islam di Jakarta.

“Yang ditembaki tempatnya di ruang salat pondok pesantren, dan ada bekas goresan peluru. Saya sudah cek kesana bersama Ustad Bachtiar Nasir,” kata Kapitra kepada Okezone.

Lalu muncul lagi kabar, bahwa Habib Rizieq dituding menyerobot lahan Perhutani Bogor yang saat ini dijadikan Markaz Syariah dan dilaporkan ke Polda Jabar. Namun, hal itu ditepis langsung oleh Kepala Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bogor waktu itu, Asep Mulyadi. Ia menyatakan, tidak ada tanah milik Perhutani KPH Bogor yang berada di Desa Sukagalih.

Habib Rizieq Umrah Bareng Keluarga

Bulan April, Habib Rizieq beserta keluarga besarnya menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah, sekaligus untuk menenangkan pikiran setelah diterpa isu berbagai macam. Diketahui ia terjerat 15 kasus yang dilaporkan sejumlah ke Polda Metro Jaya, salah satunya kasus chat pornografi dengan Firza Husein dan beberapa laporan di Polda Jawa Barat.

Suami Syarifah Fadhlun Yahya itu pun tak tinggal diam, ia membantah semua tuduhan-tuduhan yang dilemparkan kepadanya. Termasuk soal chatting berkonten porno tersebut. Bahkan ia bersumpah dan menantang para penuduhnya untuk bermubahalah.

"Demi Allah, Alhamdulillah, sejak saya memasuki usia taklif hingga saat ini, saya tidak pernah mencuri, merampas, merampok, membunuh, berjudi, menenggak miras, sodomi atau pun berzina. Jika saya berdusta maka laknat Allah SWT atas diri saya. Dan jika saya benar, maka mereka yang memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat oleh Allah SWT di Dunia dan Akhirat," tegas Habib Rizieq dalam pernyataan mubahalah yang diunggah ke media sosial beberapa waktu lalu.

(Habib Rizieq saat hendak umrah bersama keluarga besarnya, Foto: Istimewa)

Selain menjalankan ibadah umrah, pria kelahiran Jakarta 24 Agustus 1965 itu menghabiskan waktunya untuk mengadakan pertemuan dan pengajian bersama warga Indonesia yang berada di Tanah Suci Makkah. Tak hanya itu, ia juga bersilaturahmi dengan ulama-ulama disana. Saat di Makkah, banyak pejabat Negara bersilaturahmi dengannya seperti Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; politisi senior Amien Rais dan beberapa tokoh lainnya.

Ia pun sempat bertolak ke Malaysia untuk menyelesaikan program doktornya  di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), Nilai, Negeri Sembilan, dan berlebaran Idul Fitri di Kota Tarim, Yaman untuk bertemu dengan sanak keluarga dan guru-gurunya. Lalu kembali lagi ke Arab Saudi.

(Habib Rizieq saat bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Makkah/Foto: Twitter Fadli Zon)

Saat Milad FPI ke-19 di Stadion Muara Kamal, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu 19 Agustus 2017, Habib Rizieq memberikan tausiah lewat videotron dari Makkah. Ia menyampaikan agar umat Islam selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Ia juga menuturkan, bahwa Allah tidak akan pernah mengingkari janjinya. Akankan tetapi, mereka yang mendustakan ayat Allah akan mendapat azab. "Sayang sejuta sayang. Allah telah menjanjikan keberkahan tapi betapa banyak penduduk negeri yang mendustakan ayat Allah SWT. Allah berfirman: Maka kami siksa atas perbuatan mereka (yang mendustakan)," kata Habib Rizieq. Ia juga tak lupa mendoakan agar habaib dan ulama senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

 

 (Foto: Istimewa)

DPO hingga Red Notice

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya dibuat kewalahan oleh Habib Rizieq karena tak kunjung pulang ke Tanah Air untuk menjalani pemeriksaan kasus-kasus yang menjeratnya. Hingga akhirnya, Selasa, 30 Mei 2017, polisi telah menetapkan Habib Rizieq sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus dugaan pornografi di situs 'baladacintarizieq'. Penetapan DPO imam besar Front Pembela Islam (FPI) ini telah disebar di seluruh kepolisian se-Indonesia.

Dalam hal ini, Divisi Hubungan Internasional Polri turun tangan dan melakukan gelar perkara untuk mengajukan red notice ke Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia. Namun, red notice tersebut telah ditolak karena masih kurang memenuhi syarat. Polisi pun tak mau ambil pusing perihal penolakan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan, pihaknya mempunyai ‘peluru’ untuk membawa Habib Rizieq pulang ke Indonesia.

Enggak masalah, kami masih punya cara lain,” kata Argo pada Senin, 12 Juni 2017.

Menurutnya, pihaknya bisa menjemput Habib Rizieq dengan mekanisme blue notice atau police to police. "Biar nanti penyidik yang akan merumuskannya seperti apa," kata Argo.

Tak Cukup Bukti, Kasus Minta Dihentikan

Kuasa hukum Habib Rizieq mengirimkan permohonan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) terkait kasus chat-nya dengan Firza Husein. Diharapkan, kasus yang dihadapi Rizieq itu bisa dihentikan, karena tidak memiliki bukti-bukti yang kuat untuk menjerat Habib Rizieq dan juga polisi belum berhasil mengungkap siapa penyebar chat tersebut di situs baladacintarizieq.com

Selain itu, permintaan kasus Habib Rizieq harus di SP3 terlontar dari Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Ia bertemu dengan Habib Rizieq saat kunjungannya ke Arab Saudi, dalam silaturahmi itu Habib Rizieq meminta bantuannya untuk menyelesaikan kasus tersebut. Kata Fadli Zon, ia salah seorang yang sepakat jika kasus tersebut hanya dibuat-buat.

"Saya termasuk yang berpendapat tidak ada kasus, dibuat-buat aja. Masak urusan chatting, itu enggak jelas menurut saya," kata Fadli.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pun angkat bicara terkait SP3 kasus tersebut. Ia pun menyangkal kriminalisasi terhadap ulama. Pasalnya, aparat kepolisian tentu memiliki alat bukti dalam menentukan status hukum seseorang.

"Karena itu saya yakin tidak ada unsur kriminalisasi, (tapi) tentu polisi punya alasan. Kalau tidak ada bukti tentu akan dilepaskan," kata Kalla.

Ia juga meminta, agar para ulama dapat membedakan mana ceramah yang mengajak kebaikan dan mana ceramah yang mengajak untuk menghindari perbuatan yang buruk.

"(Jadi) bedakan mana nahi munkar, mana makar," ujarnya

Hingga saat ini, penyidik belum memutuskan apakah akan mengabulkan SP3 yang dilayangkan oleh pihak Habib Rizieq. Namun, penyidik bakal memeriksa Habib Rizieq lagi saat tiba di Indonesia untuk keterangan tambahan yang sebelumnya Habib Rizieq sudah diperiksa di Makkah. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono yang namanya SP3 itu ada aturannya, yaitu apakah sudah kedaluarsa atau tidak.

“Semua kemungkinan bisa terjadi," kata Argo, Senin 28 Agustus 2017.

Habib Rizieq Rindu Umat Islam di Indonesia

Sudah hampir setengah tahun lamanya Habib Rizieq tidak pulang ke Tanah Air, dan sangat dirindukan kedatangannya oleh masyarakat muslim di Jakarta maupun di daerah. Diketahui, Habib Rizieq selalu hadir dalam aksi damai yang digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, seperti Aksi Damai 411 dan Aksi Damai 212.

Habib Rizieq memberikan sambutannya di Kongres Nasional Alumni 212 di Wisma PHI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Kamis 30 November 2017. Ia mengungkapkan kerinduannya kepada alumni aksi bela Islam 212.

“Dari Kota suci Makkah, rindu saya menyertai Anda semua dan doa saya selalu saya tujukan untuk kebaikan Anda semua. Semoga Allah SWT menyatukan kita kembali di dalam perjuangan untuk agama, bangsa dan negara tercinta,” kata Habib Rizieq dalam sambungan telepon dari Arab Saudi.

(Habib Ruzieq di tengah umat Islam/foto: Sindo)

Dalam kongres tersebut, Habib Rizieq pun dikukuhkan menjadi Imam Besar Umat Islam di Indonesia, karena dikenal sebagai sosok yang mampu menyatukan umat Islam dan istiqomah dalam berjuang di jalan Allah SWT. Pengukuhan itu membuat ada yang kontra dan pro. Namun, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif pun menanggapinya dengan santai, ia menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang biasa.

“Pro dan kontra sudah biasa,” kata Slamet.

Hingga saat ini Habib Rizieq masih di Arab Saudi, pihak kepolisian pun sudah menyiapkan sejumlah strategi dan pengamanan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang jika sewaktu-waktu bapak beranak tujuh itu kembali pulang ke Indonesia. Ribuan umat Islam pun siap untuk menyambut kedatangan Habib Rizieq di bandara dan akan mengawalnya.

 

(wal)

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini