Survei Polmark Pasangkan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019, Ini Hasilnya

Badriyanto, Okezone · Senin 18 Desember 2017 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 18 337 1832193 survei-polmark-pasangkan-jokowi-dan-prabowo-di-pilpres-2019-ini-hasilnya-FgU4ChkP9t.jpg Jokowi dan Prabowo dalam sebuah pertemuan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polmark Indonesia melakukan survei dengan coba memasangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 mendatang. Hasilnya, keduanya mendapat angka cukup signifikan yakni 14,1 persen.

Direktur Polmark Indonesia, Eep Saefullah menyampaikan, apabila dipasangkan dengan Prabowo, Jokowi akan mendapatkan suara lebih tinggi dibandingkan berduet dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo atau Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Apabila Pilpres 2019, Jokowi dan Prabowo dipasangkan mendapat angka 14,1 persen, kemudian kalau Jokowi-Anies 11,0 persen, sedang jika dipasangkan dengan Gatot memperoleh 10,9 persen, dengan AHY 6,8 persen," kata Eep di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2017).

Kemudian, Polmark juga mencoba memasangkan Prabowo dengan sederet tokoh pada Pilpres 2019, di antaranya dengan Anies Baswedan, memperoleh angka 17,2 persen, kemudian dengan Gatot akan memperoleh 10,7 persen. Sedangkan apabila dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono maka mendapat 10,1 persen.

"Dalam survei ini dibuat simulasi mengenai pasangan Jokowi dan Prabowo, kepada responden diajukan deretan alternatif pasangan, lalu mereka diminta memilih satu pasangan saja dari deretan alternatif tesebut," bebernya.

(Baca juga: Rapimnas Dimulai, Golkar Tegaskan Tetap Usung Jokowi di Pilpres 2019)

Diberitakan sebelumnya, dalam survei yang dilakukan pada 13-25 November 2017 itu, nama Jokowi berada di posisi paling atas disusul Prabowo Subianto. Eep Saefullah mengatakan, surveinya itu dilakukan dengan cara wawancara langsung terhadap 2.600 responden di seluruh provinsi di Indonesia. Sebanyak 41 persen memilih Jokowi dan 15,9 persen mendukung Prabowo dan sisanya memilih calon lain.

"Jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini, secara spontan menyebut Joko Widodo 41 persen dan Prabowo Subianto 15,9 persen sebagai calon presiden, beberapa nama lain juga bermunculan, namun angkanya jauh dibawah undecided voters sebesar 35,8 pesen," kata Eep.

Sementara itu, survei Polmark juga menemukan tokoh populer dan yang paling disukai masyarakat. Lagi-lagi nama Jokowi menempati diurutan pertama kemudian ditempel Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri. Sedangkan Prabowo berada posisi ke empat sebelum Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Popularitas tokoh dan yang paling disukai, Jokowi paling atas kemudian Jusuf Kalla, Megawati dan Prabowo," imbuhnya.

Sekedar informasi, survei itu menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 1,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini