nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Temui ICMI, PDIP Bangun Kerjasama Perkuat Implementasi Pancasila

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 13 Desember 2017 20:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 13 337 1829950 temui-icmi-pdip-bangun-kerjasama-perkuat-implementasi-pancasila-2oXZQAh8ZT.jpeg PDIP bertemu dengan pengurus ICMI (Foto: Ist)

JAKARTA - Pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bertemu jajaran Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), di Kantor ICMI Jalan Proklamasi, Jakarta, Rabu (13/12/2017). Mereka membahas tentang kerja sama menegakkan implementasi Pancasila dalam praktik kehidupan bernegara.

Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, PDIP ingin menggerakkan demokrasi dalam watak yang sebenarnya, yakni dengan prinsip kepaduan antara prinsip ketuhanan dan prinsip kebangsaan, termasuk membangun ekonomi untuk kesejahteraan rakyat.

"Kerja sama PDIP dan ICMI akan saling memperkuat dalan menentukan arah pembangunan Indonesia sebagai bangsa yang sesuai dengan ideologi Pancasila," ujar Hasto.

(Baca Juga: Maulid Nabi, Sayap PDIP Ajak Warga Teladani Rasulullah)

Hasto menambahkan, dalam tradisi kepartaian, PDIP merespons kritik dengan memperkuat fungsi partai politik yang dilakukan secara sungguh-sungguh. Baik dalam fungsi rekruitmen politik, artikulasi dan agregasi kepentingan rakyat, termasuk dalam memunculkan kepemimpinan.

"Kami melakukan kaderisasi dan sekolah partai dan sekolah Pancasila. Kami harap ICMI juga bisa mengirim pembicaranya. Sebab, ruang kerjasama antara PDIP dan ICMI kita bangun sangat luas. Bahkan, kami membangun ruang dialog dan ruang kerjasama yang harus kita perkuat demi kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

Ketua Umum ICMI Jimly Ashiddiqie mengatakan, sejak awal sudah berkhidmat untuk inklusif dengan spirit ke-Islam-an untuk ke-Indonesia-an. Menurutnya, ICMI yang beranggotakan tokoh dari berbagai kalangan karena ICMI sangat inklusif dengan semua kekuatan intelektual. Bahkan, dalam silaturahmi nasional yang baru-baru ini digelar, banyak tokoh lintas organisasi hadir.

"Selama 27 tahun ICMI belum pernah menggelar Silatnas dibuka di Istana, baru kali ini di Istana. Bahkan, dibuka oleh Presiden Jokowi dan ditutup Wapres Jusuf Kalla. Ini standing point untuk perkembangan," ujar Jimly.

Kunjungan PDIP, sambungnya, merupakan bentuk nyata tentang politik kebangsaan dan berkepribadian Pancasila. "Inilah cara politik dan cara berpolitik yang benar seperti dilakukan PDIP. Komunikasi politik dijalankan dengan sungguh-sungguh," ujarnya.

(Baca Juga: Hadapi Pilkada 2018, PDIP Gembleng Calon Kepala Daerah)

Jimly menegaskan, banyak kesamaan pandangan dan gugus perjuangan antara ICMI dan PDIP. Misalnya, soal kerukunan umat beragama. Antara keyakinan beragama dan kebangsaan adalah satu hal yang berjalan beriringan bagi bangsa Indonesia.

"PDIP dan ICMI dalam gagasan ekonomi pasar harus dikawal dengan Pancasila. Ekonomi pasar yang kapitalistik sebagai realitas jangan sampai membuat kita menjadi sangat pragmatis. Maka harus dikontrol dengan nilai-nilai Pancasila," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini