nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peradi Bakal Ikut Serta Wujudkan Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Kuntadi, Jurnalis · Rabu 13 Desember 2017 11:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 13 337 1829767 peradi-bakal-ikut-serta-wujudkan-pemberantasan-korupsi-di-indonesia-Sbg8OYHkgX.jpg ilustrasi

JAKARTA - Sesuai dengan rekomendasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), masing-masing Dewan Pimpinan Cabang (DPC) bakal bersikap tegas dan turut serta dalam mewujudkan pemberantasan tindak korupsi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Peradi Fauzi Yusuf Hasibuan usai acara penutupan Rakernas Peradi seklaigus ultah Peradi ke-13, di Hotel Royal Ambarukmo, Selasa malam 12 Desember 2017. Ia mengatakan, sikap tersebut diambil Peradi karena berkaitan dengan rekomendasi untuk mendorong institusi penegak hukum lain agar berani dengan tegas untuk melakukan tindakan hukum seperti yang dilakukan oleh institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Selama ini masih adanya KPK berarti juga institusi lain belum berani dengan tegas untuk melakukan tindakan pemberantasan korupsi, Sehingga selain mendorong kami juga berharap bisa bersinergi untuk bersama-sama melakukan pemberantasan korupsi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (13/12/2017).

(Baca Juga: Peradi Dapuk Sri Sultan Hamengkubuwono X Menjadi Anggota Kehormatan)

Selain itu, beberapa rekomendasi lain yang diangkat, adalah mendesak pemerintah untuk mempercepat pengesahan RUU KUHP Pidana dan Perdata, pasalnya kata dia pengesahan RUU tersebut juga akan berpengaruh dengan kinerja para Advokat untuk menjalankan tugasnya.

"Kemudian satu lagi menjelang adanya Pilkada serentak ini kami juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan antisipasi dampak pelaksanaan Pilkada yang memungkinkan terjadinya disintegrasi bangsa yang bisa menyebabkan perpecahan," terangnya.

Ketua OC Rakernas Peradi Zaenal Marzuki menegaskan di usia yang ke 13 ini Peradi akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat miskin pencari keadilan. "UU menjamin setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama di mata hukum jadi sudah menjadi kewajiban Peradi untuk mewujudkan hal itu. Kami juga mewajibkan setiap advokat terkenal dan terbaik bisa melakukan pembelaan secara probono atau secara gratis kepada mereka yang tidak mampu," tegas Zaenal.

Sebagai wadah tunggal advokat, dikatakan Zainal, Peradi akan terus berbenah menyesuaikan dengan tantangan dan perubahan zaman menyusul semakin kompleksnya permasalahan hukum di Indonesia. "Zaman banyak berubah dengan era IT ini. Oleh karena itu, kita juga harus meningkatkan kemampuan guna menyesuaikan perubahan tersebut," tambah Zaenal.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini