Setya Novanto Stres Jelang Sidang Perdana Korupsi E-KTP, Pengacara: Itu Manusiawi

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 12 Desember 2017 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 12 337 1829318 setya-novanto-stres-jelang-sidang-perdana-korupsi-e-ktp-pengacara-itu-manusiawi-G7VemFjhj0.jpg Setya Novanto keluar dari mobil tahanan di Gedung KPK (Wahyu/Antara)

JAKARTA - Tersangka kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto stres menjelang sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu 13 Desember 2017. Kuasa hukumnya, Firman Wijaya menilai, kliennya wajar stres karena akan duduk di kursi pesakitan.

"Manusiawi yah hal semacam itu, siapapun itu termasuk saya kalau hadapi kondisi semacam ini," ujar Firman di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

Kendati begitu, Firman meminta Setya Novanto menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum ikut persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan esok hari.

Firman mengklaim, kesehatan Setya Novanto kini kurang baik dan ia meminta hakim bisa mempertimbangkan kondisi itu besok.

"Tapikan yang tidak bisa dibohongikan record penyakit yah. Tentu ada penyakit bawaan yang sudah lama dan akut pasti akan memberikan dampak yah," ucap Firman.

Disisi lain, Firman mengungkapkan bahwa sudah membaca isi surat dakwaan Jaksa Penuntut KPK untuk kliennya. Namun, dia mengaku baru membaca sebagian isi dakwaan itu.

Meskipun baru membaca sebagian, Firman menyebut bahwa surat dakwaan Jaksa Penuntut KPK penuh imajinasi. Pasalnya, ada beberapa poin yang belum dipahami secara utuh.

"Ada beberapa imajinasi di dalam dakwaan itu yang belum bisa kami pahami. Apakah itu berdasarkan fakta atau tidak," ujar dia.

Menurutnya, dalam mendeskripsikan sebuah fakta harus disajikan peristiwa hukum yang mungkin harus diuji kebenarannya termasuk pula bukti pendukungnya. Karena, bagi dia, bukti bisa saja dihadirkan tapi relevansi, akurasi akan tentukan itu.

"Terlepas dari otentikasi yah. Bisa aja seribu bukti, tapi bisa bikin jelas ga? atau malah sebaliknya. prinsip pembuktiankan clearness bukan malah membuat jadi tak jelas. Tapi kami lihat nanti perjelas apa tidak," tutupnya.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini