nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sensasi Ngopi "Baringga" Bersama Panglima TNI di Ketinggian 15.500 Kaki

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 10 Desember 2017 16:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 10 337 1828131 sensasi-ngopi-baringga-bersama-panglima-tni-di-ketinggian-15-500-kaki-ZGMhwx0sI8.jpg Panglima TNI berfoto usai adakan ngopi di udara (Foto: Ist)

JAKARTA - Ada sensasi unik saat kita ngopi di atas ketinggian 15.500 di atas permukaan laut. Sensasi ini pun ditemukan saat  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, mengadakan ngopi bareng di udara.

Uniknya lagi, ngopi bersama ini dilakukan di pesawat Hercules VVIP dalam penerbangan dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menuju ke Bandara Adisucipto Yogyakarta.

Rute pesawat ini dari Halim menyusuri Gunung Salak, Bandung, Cilacap, dan kemudian landing di Bandara Adisucipto.

Lantas apa itu kopi Baringga? Usut punya usut, kopi Baringga adalah kopi yang dikelola oleh prajurit elit TNI AU, Pasukan Khas (Paskhas).

"Baringga itu singkatan dari baret jingga (warna baret yang digunakan Paskhas). Waktu itu tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. Awalnya kopi ini muncul di Markas Paskhas TNI AU di Bandung," jelas Marsekal Hadi Tjahjanto, Minggu (10/12/2017).

Dijelaskannya, tujuan ngopi bareng di pasawat Hercules A-1341 VVIP ini selain disisipi kegiatan memperkenalkan kopi Baringga, sebenarnya merupakan kelanjutan dari rangkaian acara KASAU Award beberapa waktu lalu.

"Yah mudah-mudahan kopi Baringga juga makin dikenal dan Booming. Rasakan sensasi ngopi Baringga di ketinggian 15.500 kaki di atas permukaan laut," ujar Panglima.


Kesejahteraan Prajurit

Dalam kesempatan yang sama Panglima juga menjabarkan kembali janjinya saat fit and proper test. "Janji saya ada dua yakni soal alutsista dan kesejahteraan prajurit," tukas Panglima.

Dia menjelaskan untuk Alutsista saat ini sudah masuk fase kedua. Diharapkan pada 2019 nanti, target pemenuhan 30 persen Alutsista tecapai. Pengadaan alutsista yang saat ini dalam proses berupa pesawat tempur, radar, dan kapal selam. "Semoga sudah ada semua pada 2019," tandas jenderal bintang empat tersebut.

Sedangkan terkait kesejahteraan prajurit, saat ini sudah ada proyek percontohan perumahan bagi prajurit. Proyek ini sudah jalan di TNI AU seperti di Solo, Yogyakarta, dan Jakarta. Dia menyebutkan, ke depan untuk tahap berikutnya ada 1.000 perumahan bagi prajurit setiap tahun di tiap angkatan baik angkatan darat, laut, dan udara.

"Modelnya adalah tabungan perumahan. Jadi nanti saya juga akan bicarakan dengan perbankan. Jika nanti mereka tidak ingin untuk beli rumah dapat diberikan dananya saat pensiun. Tapi, kalau mau untuk beli rumah bisa diberikan senilai Rp150 juta untuk tipe 36," jelasnya.

Hadi yakin, program tersebut akan sangat menarik dan membantu para prajurit TNI. "Ini untuk semua prajurit," tutup Hadi Tjahjanto.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini