nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Diharap Jadi Inisiator Resolusi Baru tentang Yerusalem di Sidang Umum PBB

Reni Lestari, Jurnalis · Minggu 10 Desember 2017 10:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 10 337 1828048 indonesia-diharap-jadi-inisiator-resolusi-baru-tentang-yerusalem-di-sidang-umum-pbb-dqiQz1upsB.jpg Presiden RI, Joko Widodo (foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris berpendapat, pemerintah Indonesia bisa mendorong upaya yang lebih efektif menentang keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Di sidang umum PBB tahun depan, Indonesia diharapkan menjadi inisiator untuk membentuk resolusi baru terkait konflik ini.

"Indonesia bisa menjadi inisiator di fourm sidang umum PBB untuk bisa keluar satu resolusi baru, penegasan kembali terhadap resolusi-resolusi sebelumnya bahwa Yerusalem adah kota bersama," kata Charles kepada Okezone, Minggu (10/12/2017).

Tentu untuk meloloskan misi ini, Indonesia memerlukan persiapan matang melobi negara-negara lain untuk menyetujui dikeluarkannya sebuah resolusi baru. Upaya terdekat di foum internasional yang akan dilakukan Indonesia yakni bicara di KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Senin 13 Desember 2017.

(Baca juga: Kritik AS soal Yerusalem Ibu Kota Israel, Jokowi Diminta Pakai Cara Milenial Ini)

Namun hendaknya upaya itu tidak hanya dilakukan kepada negara-negara berpenduduk muslim saja. Indonesia menurut Charles juga bisa mendorong diplomasi agar tidak ada negara lain yang ikut mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Ini tugas berat, dari Kemlu, dan pemerintahan Jokowi untuk melobi baik negara-negara Eropa, Timur Tengah, agar tidak memberikan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," katanya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi memutuskan akan menghadiri langsung sidang OKI pada tanggal 13 Desember 2017 di Istanbul, Turki. Pemimpin seluruh negara islam dunia, dipastikan akan menghadiri pertemuan yang secara khusus membahas status Yerusalem itu.

(Baca juga: Konflik Yerusalem, Menag: Persoalan Palestina Bukan Semata soal Umat, Tapi Menyangkut Kemanusiaan)

Presiden Jokowi mengecam pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberikan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pemerintah Indonesia meminta Negeri Paman Sam mempertimbangkan keputusan tersebut.

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis 7 Desember 2017.

Kepala Negara mengatakan, pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, di mana AS merupakan anggota tetapnya. "Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," tegas Jokowi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini