nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhan ke Panglima TNI: Loyalitas ke Presiden Tegak Lurus, Jangan Belok-Belok!

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 09 Desember 2017 15:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 09 337 1827831 menhan-ke-panglima-tni-loyalitas-ke-presiden-tegak-lurus-jangan-belok-belok-xc2icMJ2nW.jpg Menhan Ryamizard ingatkan agar Panglima TNI Maersekal Hadi loyal ke Presiden Jokowi (Foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyampaikan pesan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk memiliki loyalitas yang tinggi kepada Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

"Kemudian loyalitas tegak lurus ke Presiden tidak ada belok-belok," ujar Ryamizard saat menghadiri acara serah terima jabatan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (9/12/2017).

Tak hanya itu, Ryamizard mengingatkan kepada Hadi Tjahjanto untuk bekerja lebih keras ke depannya. Mengingat, sejumlah tantangan sudah menanti. "Tantangan lebih keras lebih berat atasi dengan kerja keras dan solidkan TNI tak boleh terpecah," ucapnya.

(Baca Juga: Gatot Nurmantyo: Merdeka! Semua Beban Sudah Lepas)

Ryamizard pun menekankan, TNI harus lebih baik kedepannya daripada hari ini. Bahkan, dia juga percaya Hadi Tjahjanto mampu mewujudkan TNI lebih baik lagi ke depannya. "Harapan kita pak Hadi ini mampu membawa kebaikan, saya percaya itu.Saya tahu kemapuannya," katanya.

Sementara itu, dalam serah terima jabatan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto memaparkan beberapa potensi ancaman yang bisa berdampak ke Indonesia. Dia meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk lebih cerdas melihat ancaman yang menyerang NKRI.

"Membaca potensi ancaman TNI secara cerdas harus dapat menterjemahkan setiap bentuk konflik yang sulit diprediksi dimana diameter konflik tidak lagi menjadi simetris melainkan bersifat Asimetris, Proxy dan Hybrida," papar Hadi.

(Baca Juga: Saat Suara Jenderal Gatot Nurmantyo Bergetar di Upacara Sertijab Panglima TNI)

Hadi mengungkapkan bahwa setidaknya potensi ancaman itu hadir dari tantangan dunia baru, kelompok terorisme, perang siber, kebangkitan Tiongkok dan kerawanan di laut perbatasan.

"Tentu juga kerawanan lain yang dianggap merugikan Indonesia seperti ilegal fishing, penyelundupan barang, manusia, senjata dan narkoba yang mengancam keutuhan, kedaulatan NKRI yang kita cintai bersama," ujar Hadi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini