nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai ke Bareskrim Polri, MKD Buka Peluang Periksa Viktor Laiskodat

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017 18:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 05 337 1825609 usai-ke-bareskrim-polri-mkd-buka-peluang-periksa-viktor-laiskodat-qendYLpnuf.JPG Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Setelah bertemu dengan penyidik Bareskrim Polri, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) membuka peluang untuk melakukan pemeriksaan terhadap politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Viktor Laiskodat.

MKD sendiri hari ini menyambangi Gedung Bareskrim Polri untuk melakukan koordinasi terkait kasus ujaran kebencian bernuansa SARA yang diduga dilakukan Viktor Laiskodat.

Wakil Ketua MKD, Syarifuddin Sudding mengungkapkan, peluang pemeriksaan Viktor sendiri setelah pihaknya mendapatkan sejumlah informasi terbaru dari kepolisian terkait penanganan kasus ini.

"Dari beberapa keterangan yang disampaikan pihak penyidik kepada MKD. Intinya kami juga akan menjadi bahan bagi kami di MKD untuk melakukan pendalaman terhadap beberapa keterangan yang nantinya akan dimintai apakah itu saksi maupun terlapor (Viktor)," papar Sudding di Gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

 (Baca: Koordinasi soal Kasus Viktor Laiskodat, MKD Datangi Bareskrim Polri)

Viktor Laiskodat sendiri selain dipolisikan terkait pidatonya di Kupang, NTT. Dirinya juga dilaporkan ke pihak MKD. Saat ini, polisi dan MKD terus menyelidiki kasus dugaan ujaran kebencian tersebut.

"Ya saya kira beberapa hal yang sudah disampaikan pihak Bareskrim dan itu menjadi pertimbangan bagi MKD dalam langkah untuk membuat suatu kesimpulan," ucap Sudding.

Sementara itu, Wadirtipidum Bareskrim Polri, Kombes Panca Putra menegaskan bahwa kasus Viktor Laiskodat masih terus diusut oleh pihaknya. Dia membantah isu yang berhembus bahwa perkara ini telah dihentikan.

"Masih belum gugur masih berjalan kami lihat semuanya. Fakta kegiatan kami dalami dulu," ujar Panca.

Sejauh ini, kata Panca, penyidik telah menintai keterangan terhadap 23 saksi dan beberapa ahli pidana, antara lain, ahli pidana dan bahasa.

Lebih dalam, saat ini, Panca masih mencari ahli bahasa lokal dari Kupang NTT, hal ini dilakukan untuk keperluan pendalaman materi perkara ini.

"Kami mencari dari Dikbud NTT yang memahami bahasa sana (Kupang). Sementara ini belum kami temukan, baru ahli bahas Indonesia saja," ucap dia.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini