Komisi I Ingatkan Marsekal Hadi Tjahjanto Harus Bersiap Hadapi Uji Kelayakan

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 05 Desember 2017 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 05 337 1825309 komisi-i-ingatkan-marsekal-hadi-tjahjanto-harus-bersiap-hadapi-uji-kelayakan-VLVSfiAFwy.jpg KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: Antara)

JAKARTA – Meskipun belum ada jadwal pasti, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanudin tetap mengingatkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto harus menyiapkan diri menghadapi uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon tunggal Panglima TNI.

"Karena sudah ada surat dari Bapak Presiden yang dikirim kepada DPR dan kami akan melaksanakan fit and proper test calon Panglima TNI dan usulan pemberhentian kepada Panglima TNI lama. Maka Pak Hadi sebagai KSAU sudah harus siap-siap, menyiapkan diri untuk ikut uji kelayakan," jelas Tubagus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

Terkait materi pertanyaan, menurut Tubagus, hal tersebut akan dibebaskan kepada setiap anggota Komisi I DPR.

"Dibebaskan kepada anggota fraksi masing-masing, misalkan bagaimana kelanjutan pembangunan minimum essential force, meningkatkan disiplin prajurit untuk lebih baik lagi," tuturnya.

(Baca Juga: Komisi I DPR Uji Kelayakan Hadi Tjahjanto sebagai Calon Panglima TNI Besok)

Politikus PDI Perjuangan itu belum bisa memastikan apakah Marsekal Hadi bisa langsung lolos dalam fit and proper test. Bila tak lolos, Presiden Joko Widodo diharapkan segera mengirim nama baru ke DPR.

"Kalau ditolak, dikembalikan. Nanti dikirim lagi satu nama. Kalau diterima, Keppres untuk pelantikan," ucapnya.

Terkait kapan fit and proper test akan dilaksanakan, menurut Tubagus Komisi I akan menyelsaikannya dalam pekan ini atau sebelum memasuki masa reses pekan depan.

"Diprediksi dilasanakan besok hari Rabu supaya minggu depan sudah segera dilaporkan dan kami tidak punya lagi beban karena tanggal 13 Desember kami sudah mulai reses. Bisa jadi hari Kamis. Yang penting minggu ini sudah selesai," tegasnya.

(Baca Juga: Pengamat Militer: Panglima TNI Baru Harus Pilih Pejabat Andal)

Sekadar diketahui, pergantian Panglima TNI akan dilakukan Presiden Joko Widodo lantaran Jenderal Gatot akan memasuki usai 58 tahun pada Maret 2018. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 34/2004 tentang TNI, usia pensiun seorang perwira TNI adalah 58 tahun.

Presiden Joko Widodo pun telah menyerahkan nama pengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke DPR. Dalam surat yang diserahkan melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Presiden Jokowi hanya menuliskan satu nama sebagai pengganti Gatot, yakni Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini