Hadi Tjahjanto Akan Jadi Panglima TNI, Kapolri Siap Bekerjasama

Hambali, Okezone · Selasa 05 Desember 2017 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 05 337 1825308 hadi-tjahjanto-akan-jadi-panglima-tni-kapolri-siap-bekerjasama-G6CAI1GEHm.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berkunjung ke Tangerang Selatan (Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan siapapun Panglima TNI yang diangkat Presiden.

"Polri prinsipnya siapapun yang terpilih menjadi Panglima (TNI), Polri bertekad untuk bekerjasama dengan sebaik-baiknya dengan jajaran TNI," kata Tito usai Parade Peringatan HUT Polairud ke 67 di Mako Polairud, Jalan Cirendeu Raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (5/12/2017).

Pergantian Panglima TNI, menurut Tito, adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Jokowi memutuskan mengajukan Kepala Staf Angkatan Udara Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI untuk disetujui DPR.

“Saya pikir kita hormati, apalagi sekarang proses politiknya sudah jalan di DPR, kita hormati saja keputusan itu," ujar Tito.

Meski hubungan Polri dan TNI sempat 'terganggu' akibat isu impor 5 ribu pucuk senjata beberapa waktu lalu, namun kemitraan yang terbangun di antara keduanya, menurut Tito, tetap solid. Terlebih, TNI dan Polri adalah unsur utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“TNI adalah mitra yang paling utama bagi Polri," imbuh Tito.

Sebelumnya Presiden Jokowi yakin kalau Hadi Tjahjanto mampu melanjutkan kepemimpinan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang pensiun pada Maret 2017.

"Saya meyakini beliau memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya, yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional," ujar Jokowi usai meresmikan Tol Soreang-Pasir Koja di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Sementara itu Komisi I DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Marsekal Hadi Tjahjanto mulai Rabu 5 Desember besok.

"Diprediksi dilasanakan besok hari Rabu supaya minggu depan sudah segera dilaporkan dan kami tidak punya lagi beban karena 13 Desember kami sudah mulai reses," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini