Usulkan Hadi Tjahjanto Jadi Panglima TNI, Presiden Kembalikan Tradisi Rotasi Kepemimpinan

Oris Riswan, Okezone · Selasa 05 Desember 2017 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 04 337 1825170 usulkan-hadi-tjahjanto-jadi-panglima-tni-presiden-kembalikan-tradisi-rotasi-kepemimpinan-JMNOww9cWw.jpg KSAU Hadi Tjahjanto diusulkan Presiden Jokowi menjadi Panglima TNI. (Foto: Antara)

BANDUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengajukan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI ke DPR RI. Berbagai pandangan hingga analisis mengenai sosok Hadi Tjahjanto pun diungkapkan sejumlah pihak terkait kepemimpinannya jika menjabat nanti.

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi mengatakan, Presiden Jokowi ingin mengembalikan rotasi kepemimpinan di tubuh TNI yang dijabat secara bergiliran dari tiga matra. Hal itu sekaligus untuk menjelaskan bahwa semua anggota TNI memiliki kesempatan sama.

"Sebagaimana diketahui, dua panglima TNI terdahulu, termasuk Gatot Nurmantyo, berasal dari TNI AD. Oleh karena itu, pengajuan Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI harus dilihat sebagai bagian dari mengembalikan tradisi rotasi dan kepemimpinan bergiliran sebagai bagian untuk menguatkan konsolidasi internal TNI," ujar Muradi dalam siaran pers kepada Okezone, Senin (4/12/2017).

(Baca: Pilih Hadi Tjahjanto Calon Panglima TNI, Jokowi: Saya Yakin Beliau Mampu)

Ia melanjutkan, pengajuan KSAU Hadi Tjahjanto juga bagian dari respons untuk menjaga regenerasi di TNI. Berkaca dari hal tersebut, maka ada tiga hal yang dinilai jadi dasar Presiden Jokowi mengajukan sosok Hadi Tjahjanto.

"Pertama, sebagai bagian dari regenerasi internal TNI. Hadi dianggap memiliki waktu yang cukup untuk melakukan konsolidasi internal dan melanjutkan proses regenerasi yang rentang waktunya sempat terlalu jauh saat Gatot memimpin TNI," ungkapnya.

Kedua, mengembalikan rotasi kepemimpinan. Hal itu menegaskan untuk memperkuat penekanan kepemimpinan di TNI bahwa kepemimpinan bergilir adalah bagian dari membangun soliditas antar-angkatan.

"Ketiga, pilihan Hadi sebagai calon tunggal Panglima TNI juga merupakan bagian dari penekanan untuk kepentingan pertahanan negara, langkah untuk menjaga dan mengintegrasikan antara politik negara dalam bentuk Nawacita dan Poros Maritim Dunia dengan doktrin pertahanan negara serta doktrin TNI dan doktrin angkatan," jelasnya.

"Langkah ini diharapkan akan membangun postur pertahanan Indonesia yang selaras antara politik negara dengan arah bijak pertahanan negara," pungkas Muradi.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini