Sosok Hadi Tjahjanto, Calon Panglima TNI Pilihan Jokowi

Odia Rogata, · Senin 04 Desember 2017 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 04 337 1824904 sosok-hadi-tjahjanto-calon-panglima-tni-pilihan-jokowi-FB4zBQFJx7.jpg KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Ant)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan sebuah nama sebagai calon Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang akan pensiun pada Maret 2018, yaitu Marsekal Hadi Tjahjanto. Lalu siapa Hadi, sosok yang dipilih Jokowi?

Dari penelusuruan Okezone, Senin (4/12/2017) Hadi adalah pria kelahiran Malang, 8 November 1963. Ia seorang perwira TNI Angkatan Udara yang lulus dari Akademi Angkatan Udara (AU) pada 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU pada 1987.

Perjalanan karier militer Hadi Tjahjanto sejak 1986 terbilang cemerlang. Sebelum memegang amanat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Rabu 18 Januari 2018, ia lebih dulu menduduki posisi sebagai Irjen Kementerian Pertahanan, pada November 2016.

Hadi juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) periode 2015-2016 di era Jokowi di bawah Kementerian Sekretariat Negara. Tahun sebelumnya, atau 2013-2015 Hadi kembali ditunjuk sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AU, dan dilantik kembali sebagai Komandan Landasan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang pada 2015.

(Baca Juga: Ini yang Bakal Ditanyakan DPR ke Calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto)

Di usianya menginjak 23 tahun, Hadi juga pernah meniti karier sebagai perwira di Skadron Udara 4 di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur sebagai pilot pesawat angkut Cassa yang bertugas mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, Search And Rescue (SAR) terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut. Tiga tahun kemudian, Hadi naik jabatan menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron 4.

Setelah menjadi Kepala Seksi Latihan, ayah dua anak ini kembali mendapatkan kenaikan jabatan di pangkalan udara (Lanud) yang sama sebagai Komandan Flightlat Skuardron Udara 32 Wing 2 pada 1996.

Suami dari Nanik Istumawati itu pindah tugas ke Lanud Adi Soemarno sebagai Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara pada 1997 dan menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers di tahun 1998. Setahun berselang, ia kembali pindah tugas ke Lanud Adi Sucipto sebagai Instruktur Penerbangan pada 1999 dan menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi pada tahun 2000. 

Hadi juga pernah menjabat sebagai Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi AU I selama tiga tahun terhitung dari 2001. Lalu, Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan (Sekkau) (2004), dan kembali ke Lanud Abdulrachman Saleh, pada 2006 yang mendapat jabatan sebagai Kepala Dinas Personel.

Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara juga pernah dirasakannya pada 2007, dan Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo periode 2010-2011. Karier Hadi kian moncer, karena di 2013 atau dua tahun setelah menjabat Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI, Hadi berpangkat Kolonel dan dipercaya menjadi Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional dan pada 2015, Hadi mendapat tugas menjadi Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia Presiden Jokowi dan pangkatnya naik menjadi Marsekal Muda.

(Baca Juga: Effendi Simbolon Yakin Marsekal Hadi Tjahjanto Lolos Fit and Proper Test Sebagai Panglima TNI)

Hadi pun kini menjabat sebagai KSAU dan ia dipilih Jokowi sebagai calon tunggal Panglima TNI yang akan menggantikan Jenderal TNi Gatot Nurmantyo. Langkah Hadi menjadi Panglima TNI hanya tinggal menunggu hasil uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di DPR RI. (Ari)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini