Elektabilitas Prabowo 12,1% Dibawah Jokowi, Fadli Zon Akui Tak Ambil Pusing Hasil Survei

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 03 Desember 2017 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 03 337 1824468 elektabilitas-prabowo-12-1-dibawah-jokowi-fadli-zon-akui-tak-ambil-pusing-hasil-survei-uHyoeYixeu.jpg Fadli Zon (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indo Barometer merilis hasil survei mengenai tingkat elektabilitas calon presiden jelang Pilpres 2019. Hasilnya, Joko Widodo meraih besaran angka sebesar 34,9 persen dan Prabowo Subianto 12,1 persen.

Terkait itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengaku tak ambil pusing dengan hasil survei Indo Barometer tersebut. Kendati berada di bawah Jokowi, Prabowo disebut masih diinginkan rakyat Indonesia sebagai sosok pemimpin masa depan.

"Ya menurut saya itu menunjukkan Pak Prabowo masih diharapkan oleh masyarakat. Kalau Pak Prabowo tidak diharapkan oleh masyarakat pasti surveinya tidak di nomor dua," kata Fadli usai menghadiri survei Indo Barometer di Senayan, Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Wakil Ketua DPR itu menuturkan, besaran angka yang diterima oleh Prabowo merupakan pilihan masyarakat di saat Mantan Danjen Kopassus itu tidak melakukan apa-apa. Artinya, besar peluang raihan suara Prabowo akan merangkak naik bilamana Prabowo berbuat hal khusus untuk Pilpres 2019.

"Sekarang Pak Prabowo belum apa-apa saja surveinya masih tinggi, dan menurut saya peluang semakin besar," tutur Fadli.

Lebih dari itu, Fadli pun menuturkan bahwa pihaknya akan mempelajari hasil survei tersebut. Gerindra, kata dia, tetap akan mengusung Prabowo pada Pilpres 2019. "Kami akan mendukung Pak Prabowo untuk maju di 2019. Dan kali ini saya yakin masyarakat tidak akan salah pilih. Akan ada presiden baru di 2019," tegasnya.

Di sisi lain, Politikus PDI-P Maruarar Sirait mengaku akan mempertimbangkan hasil survei Indo Barometer secara serius. Pihaknya juga enggan menganggap remeh calon-calon dalam bursa lainnya meskipun Jokowi menempati posisi teratas.

"Tentu kita harus menganggap serius dan hormat pada semua calon presiden, ke depan apakah pak Prabowo yang mau maju atau kah pak Anies ataukah AHY itukan masing-masing, kita kan nggak pernah bisa mau menganggap remeh semua," imbuh pria yang akrab disapa Ara itu.

Ara menilai ada politik itu dinamis. Karenanya ia memungkin adanya nama-nama baru yang nantinya bakal muncul untuk mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

"Politik itu dinamis," pungkasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini