nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Sidang E-KTP, Andi Narogong Bantah Kesaksian Nazaruddin

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 20:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 30 337 1823385 di-sidang-e-ktp-andi-narogong-bantah-kesaksian-nazaruddin-UTwe01eAwW.jpeg Andi Narogong (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sidang kasus dugaan korupsi proyek e-KTP digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Dalam persidangan, terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong membantah mengenal mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin.

"Saya tak kenal Nazaruddin," kata Andi Narogong dalam persidangan, Kamis (30/11/2017).

Hakim Ketua Jhon Halasan tak langsung percaya, lantas kembali mengonfirmasi keterangan Nazaruddin yang menyebutkan terdakwa memperlihatkan nama orang yang menerima jatah proyek e-KTP.

"Ada keterangan Anda memperlihatkan jatah untuk beberapa orang DPR? Anda memperlihatkan catatan uang yang akan diberikan jatah?" tanya hakim.

Andi pun kembali menegaskan, bahwa dirinya tak mengenal apalagi bertemu dengan Nazaruddin. "Tidak benar Pak, saya tidak pernah bertemu Nazar," jawab Andi.

(Baca Juga: Andi Narogong Kembalikan Uang Korupsi E-KTP)

Hakim pun kembali menjelaskan, bahwa dalam keterangan Nazaruddin disebut terdakwa pernah membawa uang ke kantor mantan anggota DPR Mustokoweni.

"Di Kantor Mustokoweni (almarhumah) benar Anda bawa uang di sana?" tanya hakim.

Tapi, Andi pun kembali membantah. "Tidak benar, yang benar bahwa saya bawa kaus partai," jawab Andi.

Bantahan Andi kembali mencuat ketika hakim kembali mengonfirmasi, bahwa terdakwa disebut Nazaruddin memanggil orang-orang yang akan diberikan jatah.

"Anda panggil beberapa orang untuk diberi jatah, benar?" tanya hakim.

"Tidak benar yang Mulia," jawab Andi.

(Baca Juga: Andi Narogong Sebut Adik Gamawan Fauzi Dapat Ruko dari Proyek E-KTP)

Seperti diketahui, dalam persidangan Nazaruddin sempat mengungkapkan bahwa di ruang kerja anggota Badan Anggaran Komisi II DPR, Mustokoweni pernah ada bagi-bagi uang. Di situ, disebutkan Nazaruddin ada sosok Andi Narogong yang melihat pemberian uang dari Mustokoweni ke Ganjar Pranowo periode September-Oktober 2010.

Sedikit terlihat janggal keterangannya, karena diketahui bahwa Mustokoweni wafat pada 18 Juni 2010 atau sekira tiga bulan sebelum peristiwa yang disebutkan Nazaruddin berlangsung.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini