nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pihak KPK Tak Hadir, Sidang Praperadilan Setya Novanto Ditunda Pekan Depan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 12:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 30 337 1823059 pihak-kpk-tak-hadir-sidang-praperadilan-setya-novanto-ditunda-pekan-depan-l3k3VhmX6I.jpg KPK tidak hadir dalam sidang praperadilan Setya Novanto di PN Jaksel. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

JAKARTA – Sidang praperadilan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) atas status tersangkanya dalam kasus korupsi e-KTP ditunda hingga pekan depan, Kamis 7 Desember 2017. Sidang ditunda karena pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hadir dan meminta jadwalnya diundur.

Dalam sidang ini, Tim Biro Hukum KPK melayangkan surat kepada pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) atas ketidakhadiran dan penundaan persidangan pada hari.

Surat KPK itu langsung dibacakan oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang juga hakim tunggal sidang ini, Kusno. Dalam surat itu, pihak KPK meminta penundaan persidangan dengan alasan mempersiapkan bukti dalam kasus ini.

"KPK selaku termohon praperadilan tidak dapat hadir dan mohon untuk menunda sidang atas perkara dimaksud karena mempersiapkan bukti surat dan surat-surat administrasi lainnya serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait," ujar Kusno saat membacakan surat dari KPK di Ruang Sidang Utama Prof H Oemar Seno Adji, SH, Kamis (30/11/2017).

(Baca Juga: Ketua KPK Minta Sidang Perdana Praperadilan Setya Novanto Diundur, Ini Alasannya)

Tak hanya itu, pihak lembaga antirasuah juga meminta untuk sidang praperadilan ini ditunda selama tiga minggu ke depan. "Dapat menunda persidangan praperadilan minimal 3 minggu ke depan," lanjut Kusno.

Setelah membacakan surat KPK itu, Kusno langsung memberikan kesempatan kepada pihak Novanto untuk memberikan tanggapan atas permintaan dari pihak KPK.

Penasihat hukum Novanto, Ketut Mulya Arsana merasa keberatan atas permintaan dari pihak KPK terkait penundaan persidangan ini. Menurutnya, permohonan itu tidak disampaikan secara spesifik.

"Namun, dalam hal ini kami sudah sampaikan keberatan kami. Dasar keberatan kami yang pertama adalah terkait jangka waktu. Praperadilan ini kan cepat dalam waktu tujuh hari," ujar Ketut.

(Baca Juga: Pernah Kalah, KPK 100 Persen Tidak Takut Hadapi Praperadilan Setya Novanto Jilid II)

"Kami tidak mau menunda waktu sehinga tidak perlu diperlambat. Kemudian, itu proses kan seluruhnya ada di KPK. Kami tinggal tungu saja. Karena itu, menurut kami tidak ada alasan kemudian menunda-nunda," katanya.

Setelah mendengar permohonan keberatan dari pihak pemohon, Hakim Kusno pun langsung mengambil keputusan bahwa sidang praperadilan ini akan dilaksanakan pada Kamis 7 Desember 2017.

"Jadi saya tunda hari Kamis yang akan datang tanggal 7 Desember. Hakim berkesimpulan berpendapat sidang ini harus ditunda dan akan dipanggil lagi," tutup Kusno.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini