nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Sidang Praperadilan Setya Novanto, Polisi Perketat Pengamanan di PN Jaksel

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 10:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 30 337 1822989 jelang-sidang-praperadilan-setya-novanto-polisi-perketat-pengamanan-di-pn-jaksel-XxfCPQ6Omu.jpg Polisi apel untuk mengamankan sidang praperadilan Setya Novanto. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

JAKARTA – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar sidang praperadilan jilid II yang diajukan Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) atas status tersangkanya dalam kasus korupsi e-KTP, pada Kamis (30/11/2017).

Berdasarkan pantauan, menjelang dimulainya sidang praperadilan ini, polisi memperketat pengamanan di PN Jaksel. Pasalnya, tampak sejumlah aparat kepolisian berjaga di depan pintu gerbang gedung ini.

Tak hanya itu, masyarakat yang hendak masuk ke areal PN Jaksel diperiksa cukup ketat oleh petugas dan penjaga dari PN Jaksel ini sendiri. Setidaknya, terdapat sekitar satu satuan setingkat kompi (SSK) personel Polda Metro Jaya yang bersiaga di dalam dan di luar area gedung ini.

(Baca Juga: Hari Ini, PN Jaksel Gelar Sidang Praperadilan Jilid II Setya Novanto)

Sementara itu, sampai saat ini sidang praperadilan Ketua Umum Golkar Nonaktif ini masih belum dimulai. Sidang ini digelar di Ruang Sidang Utama Prof H Oemar Seno Adji, SH. Belum tampak kehadiran dari pihak Novanto dan KPK.

(Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)

Ini merupakan kali kedua Setya Novanto mengajukan praperadilan atas status tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Sebelumnya, pada 29 September 2017, ia sempat bernapas lega setelah lepas dari jeratan KPK, usai Hakim PN Jakarta Selatan Cepi Iskandar mengabulkan gugatannya.

Sidang praperadilan tersebut akan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kusno. Rencananya, sidang ini digelar pukul 10.00 WIB.

(Baca Juga: KY Pastikan Pantau Sidang Praperadilan Setnov Hari Ini)

KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, tahun anggaran 2011-2012. Penetapan tersangka Novanto sejalan dengan telah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) pada 31 Oktober 2017.

Setnov diduga melakukan korupsi bersama Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Agustinus, Andi Narogong, Irman, dan Sugiharto.

Atas perbuatannya, S‎etya Novanto disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Republik Inonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1‎ KUHP‎.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini