nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ini, PN Jaksel Gelar Sidang Praperadilan Jilid II Setya Novanto

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 07:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 30 337 1822947 hari-ini-pn-jaksel-gelar-sidang-praperadilan-jilid-ii-setya-novanto-FQcT7e157R.jpg Setya Novanto di Gedung KPK. (Foto: Antara)

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang praperadilan jilid II yang diajukan Ketua DPR RI Setya Novanto atas status tersangkanya dalam kasus korupsi e-KTP, hari ini.

Ini merupakan kali kedua Setya Novanto mengajukan praperadilan atas status tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Sebelumnya, pada 29 September 2017, ia sempat bernapas lega setelah lepas dari jeratan KPK, usai Hakim PN Jakarta Selatan Cepi Iskandar mengabulkan gugatannya.

Sidang praperadilan kali ini akan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PN Jakarta Selatan Kusno. Sidang rencananya digelar pukul 10.00 WIB.

Gugatan praperadilan ini dilakukan Novanto sehari sebelum pimpinan KPK mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya, Rabu 15 November 2017.

(Baca Juga: KY Pastikan Pantau Sidang Praperadilan Setnov Hari Ini)

Sementara itu, tak mau kalah untuk kedua kalinya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, mengatakan pihaknya kini siap 100 persen menghadapi sidang praperadilan dengan nomor perkara 133/Pid.Pra/2017/PN JKT.SEL tersebut.

"Ya, kami hadapi saja. Sudah pasti siap 100 persen, enggak usah takut," ujar Basari di Gedung Merah Putih KPK, Rabu 29 November 2017.

Terkait kehadiran pihak KPK, Basaria menyebut bahwa masih akan melihat perkembangan dan dinamika yang terjadi pada hari ini. Dia tak menjawab tegas apakah Tim Biro Hukum KPK akan menghadiri sidang perdana ini.

"Nanti dibicarakan lebih lanjut," ucap Basaria.

(Baca Juga: Setnov Kembali ke RSCM Pasca Menjadi Penghuni Rutan KPK)

Namun, Basaria menghargai upaya hukum yang ditempuh oleh Novanto. Meskipun begitu, Basaria menekankan pihaknya tetap fokus membuktikan keterlibatan Novanto dalam korupsi yang menyebabkan negara merugi Rp2,3 triliun ini.

"Tidak apa-apa. Kalau mengajukan (praperadilan) kan hak yang bersangkutan. Praduga tidak bersalah itu harus kami hargai biar yang bersangkutan melakukan praperadilan. Komisi Pemberantasan Korupsi juga berusaha membuktikan apa yang dilakukan," papar Basaria.

Sekadar diketahui, KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, tahun anggaran 2011-2012. Penetapan tersangka Novanto sejalan dengan telah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) pada 31 Oktober 2017.

Setnov diduga melakukan korupsi bersama Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Agustinus, Andi Narogong, Irman, dan Sugiharto.

Atas perbuatannya, S‎etya Novanto disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Republik Inonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1‎ KUHP‎.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini