nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ahmad Dhani Jadi Tersangka, Fadli Zon: Polisi Mengada-Ada

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Rabu 29 November 2017 05:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 29 337 1822318 ahmad-dhani-jadi-tersangka-fadli-zon-polisi-mengada-ada-uLmdOAQz9Y.jpg Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon (Dok Okezone)

BOGOR – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut penetapan tersangka terhadap musisi senior Ahmad Dhani Prasetyo oleh kepolisian terkait ujaran kebencian melalui media sosial tidak tepat.

"Saya juga heran ya kenapa ditetapkan jadi tersangka. Saya tidak tahu apa yang menjadi dasarnya," kata Fadli Zon, usai membuka Festival Pencak Silat di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/11/2017).

(Baca Juga: Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Kuasa Hukum Isyaratkan Upaya Praperadilan)

Menurutnya, cuitan Ahmad Dhani yang juga kader Partai Gerindra sejak Oktober 2017 di media sosial Twitter itu tidak mengandung unsur ujaran kebencian maupun pidana lain seperti yang dilaporkan.

"Kalau benar yang dijadikan dasar penetapan tersangka itu hanya dari ucapan di Twitter yang saya kira tidak ada unsur penghinaan atau hate speach, ya itu mengada-ada polisi," ungkapnya.

Partai Gerindra pun akan memberikan bantuan hukum dengan mengirimkan pengacara partai untuk mendampingi proses hukum yang dijalani salah satu kadernya itu.

"Iya, pokoknya kita dukung, kita bantu," katanya.

(Baca Juga: Ahmad Dhani Jadi Tersangka, Gerindra Bakal Pasang Badan)

Seperti diketahui, musisi senior Ahmad Dhani Prasto dilaporkan oleh Jack Lapian terkait kicauannya di akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang diunggahnya pada 6 Maret 2017.

Jack Lapian menilai bahwa Ahmad Dhani telah menebar ujaran kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat itu mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta.

Meski esoknya telah meminta maaf melalui akun Twitter-nya, Jack Lapian selaku simpatisan Ahok sekaligus pendiri BTP Network tetap melaporkan kicauan itu ke polisi pada Kamis, 9 Maret 2017.

Dalam laporan tersebut, Ahmad Dhani diduga telah melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini