nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Prediksi Siklon Tropis Cempaka Bisa Berdampak Pada Gunung Agung di Bali

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 28 November 2017 13:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 28 337 1821862 bmkg-prediksi-siklon-tropis-cempaka-bisa-berdampak-pada-gunung-agung-di-bali-j5GE1ZlQ4n.jpg BMKG (Foto: Taufik/Okezone)

JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), telah memantau lahirnya siklon (badai), tropis Cempaka pada selatan pulau Jawa pada hari ini. Siklon tropis Cempaka tersebut diprediksi akan berdampak pada Gunung Agung di Bali yang meletus.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo, mengatakan, siklon tropis Cempaka ini, bisa berdampak kepada Gunung Agung di Bali, tergantung dengan letusannya itu sendiri. Kalau Gunung Agung tersebut letusannya banyak nantinya dampak dari letusan akan banyak juga. Tapi kalau hanya sekali pada tanggal 25 November 2017, kemarin, kemudian tidak Ada letusan lagi. Kecenderungan abu makin lama menipis.

"Kalau kita liat sistem siklon tropis cempaka ini kan tekanan rendah yang menyebabkan angin wilayah masuk situ. Sehinga akan tersedot ke sistem siklon. Jadi arah debunya ke arah selatan barat Denpasar kalau gerak ke barat tentunya Banyuwangi," ujar Dwikorita kepada wartawan di kantor BMKG, Kemayoran Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Ia menjelaskan, apabila siklon tropis Cempaka itu ke arah timur pada Gunung Agung, maka pola angin dominan saat ini pola angin daratan, dari barat ke timur maka seburan sebaran abu vulkanik itu turun ke arah timur, tentu nanti yang berdampak nantinya Lombok dan NTT.

"Tapi itu nanti kalau siklon punah, gak ada tekanan pusat yang menarik maka mengikuti pola angin akan bergerak secara pola umum, secara umum polanya angin baratan kemungkinan akan bergerak-gerak," pungkasnya.

Seperti diketahui, Siklon Tropis Cempaka tersebut diprediksi menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, adanya siklon tropis dan bibit siklon tropis tersebut mengakibatkan terbentuknya pola belokan angin (shear) dan konvergensi di wilayah Indonesia.

"Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan tinggi gelombang, hujan lebat, angin kencang, maupun potensi puting beliung di daerah sekitarnya. Selama tiga hari ke depan," kata Dwikorita kepada wartawan di Kantor BMKG.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini