nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tok! Mantan Dirut PT Duta Graha Indonesia Divonis 4 Tahun 8 Bulan Penjara

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 27 November 2017 22:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 27 337 1821587 tok-mantan-dirut-pt-duta-graha-indonesia-divonis-4-tahun-8-bulan-penjara-Zdk8PEnc4Y.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Duta Graha Indonesia (PT DGI), Dudung Purwadi divonis empat tahun delapan bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Selain itu, Majelis Hakim mewajibkan Dudung untuk membayar denda Rp250 juta yang apabila tidak dibayarkan maka diganti hukuman tiga bulan kurungan. Sebab, Dudung terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana koruspi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan kesatu primer dan kedua primer jaksa penuntut umum," kata Ketua majelis hakim Sumpeno di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2017).

Vonis terhadap Dudung tersebut berdasarkan beberapa pertimbangan majelis hakim. Diantaranya, yang memberatkan terdakwa, karena perbuatannya tidak mendukung program pemerintah memberantas tindak pidana korupsi.

Kemudian, perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian keuangan negara yang sangat besar, serta perbuatan terdakwa yang tidak dapat dijadikan contoh bagi bawahan terdakwa dan pejabat lain dalam jabatan privat pada umumnya.

"Sementara yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan tidak berbelit-belit selama persidangan, tidak pernah dipidana, tak menikmati uang terkait perkara ini, terdakwa telah kembalikan uang kepada negara, tidak mempunyai penghasilan dan jadi tulang punggung keluarga," kata majelis hakim Sumpeno.

Menanggapi putusan tersebut, Dudung dan tim penasihat hukumnya, Soesilo Aribowo, mengaku akan pikir-pikir terlebih dahulu untuk mengajukan upaya hukum lainnya.

Dudung terbukti bersalah melakukan korupsi dalam dua perkara sekaligus.‎ Perkara pertama yakni terkait proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus (RS) Penyakit Infeksi dan Pariwisata di Universitas Udayana, Bali, tahun anggaran 2009-2010.

Dalam perkara tersebut, Dudung bersama-sama dengan mantan Bendum Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin, dan Kepala Biro Umum Keuangan Universitas Udayana, Made Meregawa melakukan kesepakatan dalam pengaturan proyek.

Mereka berperan memenangkan PT DGI sebagai rekanan proyek rumah sakit sehingga menguntungkan perusahaan tersebut Rp 6,78 miliar pada 2009 dan setidaknya Rp 17,998 miliar pada 2010.

Kemudian, Dudung terbukti melakukan korupsi proyek pembangunan wisma atlet dan gedung serba guna di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011. Dudung dinilai memperkaya PT DGI Rp 42,717 miliar dan memperkaya Nazaruddin Rp 4,675 miliar, serta Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet Palembang Rizal Abdullah Rp 500 juta, sehingga seluruhnya merugikan negara Rp 54,7 miliar.

‎Atas perbuatannya, Dudung dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 dana Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini