nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Poltracking: Elektabilitas Jokowi 48,6%, Prabowo di Angka 25,1%

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu 26 November 2017 19:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 26 337 1820886 poltracking-elektabilitas-jokowi-48-6-prabowo-di-angka-25-1-Xfh1QFYKWo.jpg Lembaga survey poltracking (Foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di angka 48,6% berdasarkan hasil survei Poltracking apabila kembali mengikuti kontestasi Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda‎ mengatakan, elektabilitas tertinggi nomor dua berdasarkan hasil survei pihaknya diisi oleh Prabowo Subianto di angka 25,1%. Namun, hasil survei ini masih dapat terus berubah mengingat perhelatan pesta demokrasi tertinggi di Indonesia ini masih berlangsung lama.

"Elektabiltas Jokowi selalu berada di atas dua digit atau lebih dari 10 persen jika dilakukan disemua simulasi. Terjadi gap elektabilitas sebesar 25 persen antarkeduanya," kata Hanta Yuda saat merilis hasil survei yang bertajuk 'Evaluasi Pemerintah Jokowi-JK dan Meneropong Peta Elektoral 2019' di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (26/11/2017).

‎Hanta Yuda menambahkan, apabila simulasi Pilpres 2019 dilakukan dengan lima kandidat, maka eletabiltas Presiden Jokowi selaku calon incumben berada di angka 51,8% dan kembali disusul oleh Ketua Umum Partai Gerindra itu sebesar 27%.

Sementara Agus Harimurti Yudhoyono berada di urutan nomor tiga dengan elektabilitas sebesar 3,6% dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 3,2% serta Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang memiliki elektabilitas 2,8%.

Hanta Yuda melanjutkan, apabila kontestasi Pilpres kembali terjadi head to head seperti Pilpres 2014 maka mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungguli Prabowo Subianto dengan perbandingan 53,2% dan 33%. "Perbandingan gap antar-kedua kandidat itu 20,2 persen," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa sangat besar peluang untuk kembalinya head to head di Pilpres 2019. Pasalnya, hanya dua kandidat itu yang memiliki elektabilitas di angka dua digit.

"Jokowi juga hampir pasti dimajukan kembali jadi Capres. Sedangkan Gerindra akan sekuat tenaga membentuk poros pendukung Prabowo Subianto, karena Prabowo memberikan insentif elektoral yang tinggi terhadap Gerindra," simpulnya.

Adapun survei ini melibatkan 2.400 responden yang dilakukan pada tanggal 8 hingga 15 November 2017. Poltracking menggunakan metode stratifed multistage random sampling dengan margin of error 2 persen dan kepercayaan 95% dalam survei ini.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini