nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fahri Hamzah Minta MKD Terus Proses Dugaan Pelanggaran Etik Viktor Laiskodat

Bayu Septianto, Jurnalis · Kamis 23 November 2017 17:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 23 337 1819357 fahri-hamzah-minta-mkd-terus-proses-dugaan-pelanggaran-etik-viktor-laiskodat-qV8RiYDEQS.jpg Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempersilakan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk melanjutkan proses dugaan pelanggaran etik terhadap Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI Viktor Laiskodat.

Fahri mengungkapkan, MKD tidak akan terpengaruh dengan proses hukum Viktor yang juga sedang diusut Bareskrim Polri.

"Enggak ada kesepakatan (harus menunggu MKD), MKD bebas saja rapat," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).

(Baca Juga: Terkait Pidato Viktor Laiskodat, Besok Ribuan Alumni 212 Demo)

Menurut Fahri, dalam kasus Viktor, harus didalami alasan politikus Partai Nasdem menyampaikan pernyataannya yang menyinggung sejumlah partai politik itu. Latar kejadian, lanjut Fahri, juga harus dipertimbangkan seperti pernyataan tersebut yang disampaikan saat Viktor sedang melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat yang sedang kunjungan kerja DPR di Kupang, NTT.

Itulah sebabnya, menurut Fahri, polisi tidak dapat menindaklanjutinya karena terkait hak imunitas anggota DPR.

"Tapi, kan mungkin merupakan perasaan hati sebagian kelompok masyarakat, melihat kelompok lainnya. Menurut saya, itu yang perlu didalami. Seandainya dia memiliki imunitas membicarakan hal itu teruskan saja pembicaraannya sampai kita berdebat betul, enggak ada situasi yang mencemaskan seperti itu," kata Fahri.

(Baca Juga: Bantah Sudah SP3, Polri: Kasus Victor Laiskodat Masih Berjalan dan dalam Status Penyelidikan)

Fahri menambahkan, perlu kehati-hatian dalam berpendapat pada era saat ini, mengingat batas ruang privat dan publik yang semakin tidak jelas.

Ketidakjelasan batas tersebut juga terjadi pada hak imunitas anggota DPR yang masih menjadi perdebatan, yakni kapan anggota DPR itu masuk imunitas atau tidak. Hal ini agar tidak menimbulkan salah penafsiran yang kemudian menyebabkan pihak yang tidak bersalah menjadi korban.

"Tapi saya enggak bisa judge (Viktor benar atau tidak), itu ya silakan proses hukum dilawan proses hukum. Tapi menurut saya ditarik akarnya karena korbannya sudah banyak," ujar Fahri.

Sementara itu Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan MKD terus memproses dugaan pelanggaran etik Victor. Bahkan MKD telah memanggil pihak-pihak mulai pelapor hingga saksi-saksi.

"Ya kalau itu kita kan memang sudah memanggil pelapor ada dua, saksi. Kemarin sudah ke NTT," ujar Dasco.

Dasco melanjutkan, proses dugaan pelanggaran etik Victor di MKD berjalan seiring proses hukum juga berjalan di Bareskrim Polri. Karena itu, ia memastikan sidang etik juga tetap akan digelar, meskipun masih dijadwalkan oleh MKD.

"Parsial jalannya, Bareskrim jalan, kita jalan. Kita mau rapat jadwalnya, belum rapat jadwal ini," tukas Dasco.

Sebelumnnya Mabes Polri membantah telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dugaan kasus penistaan yang melibatkan politikus Partai Nasdem Viktor Laiskodat. Bareskrim, himgga saat ini masih menyelidiki laporan kasus tersebut.

"Beredarnya berita di media yang menyatakan kasus penistaan yang melibatkan saudara VL sudah dihentikan oleh penyidik Bareskrim tidak benar," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rikwanto di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini