nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambangi Bareskrim, Advokat Pancasila Pertanyakan Disetopnya Kasus Viktor Laiskodat

Muhammad Iqbal, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 13:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 22 337 1818463 sambangi-bareskrim-advokat-pancasila-pertanyakan-disetopnya-kasus-viktor-laiskodat-Bl5De3vDgB.jpg Viktor Laiskodat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mangapul Silalahi dari Advokat Pancasila menyambangi Bareskrim Mabes Polri. Kedatangannya untuk menanyakan ihwal pernyataan Bareskrim yang menyatakan tidak bisa melanjutkan perkara Viktor Laiskodat.

Informasi yang dihimpun, Bareskrim tidak bisa menindaklanjuti kasus dugaan ujaran SARA politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu karena memiliki hak imunitas sebagai anggota DPR.

"Setelah tadi malam kami dapat berita Dir Umum yang menyatakan kasus Viktor Laiskodat dihentikan, tak bisa diteruskan karena hak imunitas saya datang ke sini menemui penyidik Pak Pardi namanya," ungkapnya di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Mangapul Silalahi menambahkan, bila memang perkara tersebut dihentikan sebagaimana diungkapkan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak, dirinya juga akan meminta SP3 atau surat perintah penghentian perkara.

"Karena yang menangani laporan dan memeriksa saksi juga beliau, saya katakan bahwa saya datang ke sini meminta SP3, surat perhentian perkara berangkat dari pernyatan Pak Dir," ungkapnya.

(Baca Juga: Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Politikus Nasdem Victor Laiskodat Terbendung Hak Imunitas Anggota DPR)

Selepas bertemu dengan aparat yang berwenang, Mangapul menemukan keanehan. Pasalnya, penyidik yang ditemuinya malah belum mengetahui penghentian perkara tersebut.

"Dia tanya kasus yang mana, kasus Viktor, emang SP3? Saya belum baca beritanya. Jadi mereka enggak tahu, jadi Kanit juga ditanya, Kanit juga engga tahu, dia menyatakan yang sama baru mengetahui dari media. Sehingga mereka sendiri, penyidik yang melakukan penyidikan enggak tahu, tadi saya bilang tadi sedikit protes kalau memang dihentikan diundang kita loh sebagai pelapor," tandasnya.

Menurutnya, jika memang harus dihentikan, seharusnya pihak penyidik harus memberitahukan pihak pelapor terlebih dahulu.

"Lakukan gelar perkara secara terbuka, hadirkan ahli dan lain-lain kalau memang laporan itu enggak bisa diteruskan. Jadi mau ditemukan dengan Kasubdit, dia masih ada tamu, dan Dir enggak ada di tempat," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini