TOP NEWS: Pembebasan 1.300 Warga dari KKB Papua, Lokasi Penyanderaan Bakal Ditempati Suku Asli

Tim Okezone, Okezone · Rabu 22 November 2017 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 21 337 1817799 top-news-pembebasan-1-300-warga-dari-kkb-papua-lokasi-penyanderaan-bakal-ditempati-suku-asli-5rAqL6jAAk.jpg Warga Papua. (Foto: Saldi Hermanto/Okezone)

SEBANYAK 1.300 warga dari Desa Kimbeli hingga Banti di Distrik Tembagapura, Papua, telah dibebaskan petugas gabungan dari Polri dan TNI dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Mereka pun dibawa ke pusat Kabupaten Timika untuk mendapat pertolongan kesehatan maupun tempat tinggal sementara. Sedangkan di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto melangsungkan rapat koordinasi terbatas di tingkat kementeriannya guna membahas keamanan di Papua setelah adanya pembebasan tersebut.

Wiranto mendukung sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah mengapresiasi TNI-Polri setelah berhasil memukul mundur KKB di wilayah Tembagapura. "‎Tentu perlu kita berikan apresiasi kepada para prajurit yang telah mampu melakukan pembebasan para sandera tanpa korban. Tentu suatu hal yang tidak mudah karena medannya sangat sulit," katanya dalam konferensi pers di kantornya.

(Baca: KKB Sandera Warga di Papua, Kapolri: Bukan Masalah Ras, tapi Persoalan Ekonomi)

Ia kemudian mengusulkan para pendatang yang melakukan penambangan emas di sana segera dipulangkan ke daerah masing-masing. Langkah tersebut dilakukan agar warga tidak kembali menjadi korban penyanderaan KKB di Desa Kimbely hingga Banti.

"Oleh karena itu, ada satu usulan untuk kita mengembalikan para pendatang di daerah itu. Sebab kalau kita biarkan akan terulang lagi, karena daerah itu sangat terisolasi. Oleh karena itu, kita berusaha mengembalikan mereka," ucap Wiranto.

(Baca: Panglima TNI: Keselamatan Warga dari KKB Merupakan Fokus Utama Kami!)

"Yang berasal dari Jawa, kita kembalikan ke Jawa. Kemudian yang berasal dari suku lain di Papua, kita kembalikan ke daerah asalnya," sambung dia.

Wiranto melanjutkan, Desa Kimbely dan Banti merupakan wilayah dengan medan yang cukup berat dijangkau. Sehingga, ‎tambah mantan Panglima ABRI tersebut, nantinya dua perkampungan yang menjadi lokasi tambang itu hanya akan dihuni suku asli bernama Amungme. "Jadi Suku Amungme (saja di sana) yang sudah sangat dikenal Kapolri," urainya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini