nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto: Jumlah Kelompok Kriminal Separatisme‎ di Papua 120 Orang, Miliki 36 Pucuk Senjata

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 20 November 2017 18:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 20 337 1817318 wiranto-jumlah-kelompok-kriminal-separatisme-8206-di-papua-120-orang-miliki-36-pucuk-senjata-eBmrK8mb7H.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (‎Menko Polhukam) Wiranto mengungkapkan, bahwa jumlah kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) di Papua berkisar 120 orang.

Mereka, kata dia, memiliki sekitar 36 pucuk senjata api dengan berbagai jenis dalam melakukan aksi penyandraan terhadap 1.300 warga di Kampung Banti dan Kimbely, Papua.

"Tapi sementara ini memang sudah disinyalir, kekuatannya sekitar 120 orang , senjata kira-kira 36 pucuk di wilayah itu," kata Wiranto dalam konprensi persnya usai menggelar Rakortas di Kemenko Polhukam‎, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Mantan Panglima ABRI itu mengisyaratkan akan meminta TNI dan Polri untuk melakukan penambahan pasukan guna menggejar kelompok KKSB yang telah dipukul mundur masuk ke hutan setelah adanya aksi senyap 13 prajurit Kopassus.

"‎Itu sangat mungkin (melakukan penambahan pasukan). Tergantung situasi di sana. Tergantung informasi intelijen tentang kekuatan-keuatan separatisme atau kriminal," ujarnya.

(Baca Juga: Wiranto: Operasi Pengejaran Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di Papua Harus Tuntas)

‎Ia menegaskan, tidak ada tempat bagi kelompok separatis dalam melakukan aksinya di Indonesia. Pasalnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah final.

Selain itu, Wiranto mengajak seluruh pihak untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI. Pemerintah tidak akan kompromi terhadap para pelaku separatis ‎dan akan dilakukan dengan aksi keras dan tegas oleh TNI dan Polri.

"‎Apalagi kalau kita lihat misi pemerintah kita melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Sehingga kalau ada yang menganggu, harus kita hadapi dengan keras dan tegas. Tidak kompromi masalah itu," tegasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini