nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bebaskan Sandera Warga di Papua, Ini Strategi Rahasia TNI dan Polri

Febrianto, Jurnalis · Senin 20 November 2017 06:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 19 337 1816825 bebaskan-sandera-warga-di-papua-ini-strategi-rahasia-tni-dan-polri-vMaUDd2uOs.jpg

Bebaskan Sandera Warga di Papua, Ini Strategi Rahasia TNI dan Polri
TIMIKA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan strategi pembebasan sandera di Timika Papua. Gabungan pasukan TNI dan Polri melakukan operasi secara senyap.
Dalam operasi senyap dan teliti tersebut, pasukan gabungan dari Kopassus, Batalion 751 Raider dan Taipur Kostrad melakukan pergerakan sejauh empat setengah kilometer selama tiga sampai empat hari, kemudian melakukan serangan di dua tempat markas KKB.
Selain pasukan TNI, kepolisian juga menyiagakan pasukanya mengamankan warga. “Keberhasilan itu merupakan hasil dari operasi yang dilaksanakan secara senyap dan teliti. Kepolisian menyiagakan dan mengamankan warga sekitar, TNI bergerak dengan senyap,” ungkap Gatot.
“Setelah pasukan gabungan TNI dan Polri berhasil menguasai lokasi yang dikuasai KKB, saya perintahkan agar mengutamakan keselamatan sandera. Sebelum evakuasi, saya perintahkan agar kiri-kanan jalan harus aman,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di Timika, Papua, Minggu (19/11/2017).
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, bahwa sandera yang merupakan warga asli tetap bertahan di kampungnya dengan penjagaan dari TNI dan Polri, sedangkan yang bukan berasal dari kampung tersebut telah diungsikan.
“Soal KKB yang melarikan diri sedang dalam pengejaran, tapi fokus saya yang penting adalah sandera harus selamat,” ujarnya.
Di hadapan awak media, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Negara Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke merupakan Negara Kesatuan dan Negara yang berdaulat. “Segenap rakyat dan seluruh tumpah darah harus dijamin keselamatannya. Untuk itu, tidak boleh ada sejengkal tanah NKRI yang tidak aman bagi warganya,” tegasnya. (feb)

TIMIKA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan strategi pembebasan sandera di Timika Papua. Gabungan pasukan TNI dan Polri melakukan operasi secara senyap.

Dalam operasi senyap dan teliti tersebut, pasukan gabungan dari Kopassus, Batalion 751 Raider dan Taipur Kostrad melakukan pergerakan sejauh empat setengah kilometer selama tiga sampai empat hari, kemudian melakukan serangan di dua tempat markas KKB.

Selain pasukan TNI, kepolisian juga menyiagakan pasukanya mengamankan warga. “Keberhasilan itu merupakan hasil dari operasi yang dilaksanakan secara senyap dan teliti. Kepolisian menyiagakan dan mengamankan warga sekitar, TNI bergerak dengan senyap,” ungkap Gatot.

“Setelah pasukan gabungan TNI dan Polri berhasil menguasai lokasi yang dikuasai KKB, saya perintahkan agar mengutamakan keselamatan sandera. Sebelum evakuasi, saya perintahkan agar kiri-kanan jalan harus aman,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di Timika, Papua, Minggu (19/11/2017).

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, bahwa sandera yang merupakan warga asli tetap bertahan di kampungnya dengan penjagaan dari TNI dan Polri, sedangkan yang bukan berasal dari kampung tersebut telah diungsikan.

“Soal KKB yang melarikan diri sedang dalam pengejaran, tapi fokus saya yang penting adalah sandera harus selamat,” ujarnya.

Di hadapan awak media, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Negara Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke merupakan Negara Kesatuan dan Negara yang berdaulat.

“Segenap rakyat dan seluruh tumpah darah harus dijamin keselamatannya. Untuk itu, tidak boleh ada sejengkal tanah NKRI yang tidak aman bagi warganya,” tegasnya. (feb)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini