nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Apresiasi TNI/Polri soal Pembebasan Warga Papua dari KKB

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 18 November 2017 19:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 18 337 1816435 dpr-apresiasi-tni-polri-soal-pembebasan-warga-papua-dari-kkb-5qaHIHAf94.jpg Foto: Satgas Terpadu Penanggulangan KKB di Papua (foto: Ist)

JAKARTA - Tim gabungan TNI/Polri berhasil mengevakuasi ratusan orang yang sebelumnya ditahan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Desa Kimbely dan Bintan, Tembagapura, Papua Barat.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris mengapresiasi para petugas yang berhasil bebaskan sandera dari kelompok bersenjata di Papua.

"Ini adalah bentuk kerjasama kelas satu yang telah menyelamatkan nyawa ratusan anak bangsa," kata Charles dalam keterangannya, Sabtu (18/11/2017).

 (Baca juga: Panglima TNI: Keselamatan Warga dari KKB Merupakan Fokus Utama Kami!)

Ia juga menilai, di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, TNI/Polri bisa bekerjasama dan banyak mencapai hasil yang baik.

"Terutama dalam operasi pengamanan dan menjaga kedaulatan negara

Rakyat Indonesia tentunya mengharapkan soliditas dan sinergi TNI-Polri bisa terus berjalan dengan baik. Soliditas kedua institusi ini lah yang akan menjamin Indonesia aman," pungkasnya.

 (Baca juga: Warga Korban "Penyaderaan" di Tembagapura Akan Diantar hingga ke Rumah)

Perlu diketahui, pembebasan ratusan sandera warga sipil di Kampung Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua melibatkan personel dari Kopassus dengan di-back up pasukan Yonif 715/Raider dan Ton Taipur. Tim yang berjumlah 13 orang ini hanya dalam waktu 78 menit berhasil menguasai lokasi yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Satu tim pasukan Parako Kopassus melaksanakan Operasi Raid perebutan cepat area Kimbeli sekaligus mengejar kelompok bersenjata yang mengisolasi warga. Dalam melaksanakan operasi, mereka di-back up pasukan dari Yonif-715/Raider dan Ton Taipur, serentak dengan 2 tim dari Taipur Kostrad bertugas menguasai Kampung Banti.

Pada waktu yang telah di koordinasikan bersama, tepatnya pada jam “J” atau pukul 07.00 WIT, pasukan mulai bergerak ke arah posisi dimana KKB sedang berkumpul. Sekira pukul 07.45 WIT, suara ledakan dibunyikan dan seluruh anggota sniper langsung melakukan penyerangan terhadap KKB yang sedang berkumpul di salah satu kandang babi Kampung Utikini.

Mengetahui pasukan yang tiba-tiba muncul dari luar area pemukiman, KKB langsung berhamburan melarikan diri tanpa bisa melakukan perlawanan. Sekira pukul 08.18 WIT, seluruh area Kimbeli berhasil dikuasai dan Pangdam XVII/Cenderawasih memerintahkan pasukan untuk bergerak menguasai pos-pos pengamanan yang dikuasai KKB.

Tidak lama kemudian, tim Satgas Terpadu TNI-Polri tiba di lokasi dan melaksanakan evakuasi. Sekitar 14.00 WIT proses evakuasi berhasil dilaksanakan dengan jumlah korban sandera yang di data sebanya 347 orang dan terdiri dari warga pendatang dan warga asli.

Sementara itu penduduk asli setempat memilih tetap tinggal dengan jaminan keamanan dan dukungan logistik. Dan saat ini pasukan pengamanan tetap tinggal di lokasi untuk mengamankan korban dan kampung.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini