Sekjen Partai Golkar: Saya Yakin Pak Novanto Kooperatif

Taufik Fajar, Okezone · Kamis 16 November 2017 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 16 337 1815091 sekjen-partai-golkar-saya-yakin-pak-novanto-koorperatif-WXI3p3fxHw.jpg Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham (foto: Taufik/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih kesulitan mencari keberadaan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Pasalnya, sampai hari ini, penyidik belum juga bertemu dengan orang nomor satu di DPR RI itu di kediamannya di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham menyakini jika Setya Novanto akan koorperatif terkait kasus hukum yang menjeratnya.

"Kita harapkan dan punya keyakinan pak Novanto akan tetap konsisten kooperatif terhadap proses-proses yang ada," ujar Idrus di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017).

 (Baca juga: Pengacara Setya Novanto Sebut KPK Lakukan Pembohongan Publik)

Menurutnya, Setya Novanto bakal datang untuk memenuhi panggilan KPK terkait kasus korupsi e-KTP. "Baik sebagai tersangka maupun sebagai saksi," sambungnya.

Ia menjelaskan, Setya Novanto tidak menghadiri pemanggilan KPK, karena saran dari pengacara.

"Penjelasan dari pengacara kepada saya, karena adanya perbedaan pandangan di dalam melihat apa perlu izin atau tidak perlu. Maka itu mengajukan judicial review ke MK. Atas perbedaan tersebut, disarankan Pak Novanto tidak penuhi panggilan KPK," pungkasnya.

(Baca juga: Setya Novanto 'Menghilang', Ketua MPR: Ikuti Peraturan Undang-Undang yang Berlaku!)

Diketahui sebelumnya, KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, tahun anggaran 2011-2012. Penetapan tersangka Novanto sejalan dengan telah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) pada 31 Oktober 2017.

Atas perbuatannya, S‎etya Novanto disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1‎ KUHP‎.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini